Sabtu, 20 Maret 2010
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI : 1 Euro = Rp.12429.6
 
Ekonomi
 
16/11/2009 - 08:59
Rekomendasi Saham
Saatnya ‘Long Term Buy’ BUMI
Ahmad Munjin

(inilah.com /Dokumen)

INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Bumi Resources (BUMI), Senin (16/11) diprediksikan menguat seiring tren penguatan harga batubara. Analis pun merekomendasikan long term buy untuk BUMI.

Pengamat pasar modal, Irwan Ibrahim mengatakan, potensi penguatan BUMI karena mendapat sentimen positif dari tren penguatan harga batubara yang saat ini bergerak pada level US$70-77 per metrik ton. Meski saat ini harga batu bara masih stabil, tren pergerakannya naik menjelang akhir tahun.

BUMI juga mendapat sentimen positif dari sektornya menyusul PT Adaro Energy (ADRO) yang listing obligasinya di Singapura. Hal ini berpengaruh positif bagi sektor pertambangan termasuk saham sejuta umat ini.

BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.500-2.700 dan Rp2.400 sebagai level support-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (15/11) malam.

Pada perdagangan akhir pekan lalu, saham BUMI ditutup menguat Rp50 (2,08%) menjadi Rp2.450 dibandingkan sebelumnya pada level Rp2.400. Harga tertingginya mencapai Rp2.475 dan terendahnya Rp2.350. Sedangkan volume transaksi mencapai 216,7 juta unit saham senilai Rp525,4 miliar dan frekuensi 5,763 kali.

Sementara itu, lanjut Irwan, sentimen dari aksi koporasi BUMI belum ada yang berpengaruh signifikan pada pergerakan sahamnya. Pasalnya, semua aksi korporasi termasuk penerbitan obligasi senilai US$300 juta untuk divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) sudah diserap pasar. “Hal itu sudah merupakan berita lama,” tukasnya.

Di sisi lain peluang PT Aneka Tambang (ANTM) untuk kembali masuk ke dalam konsorsium divestasi NNT tidak akan berpengaruh pada pergerakan BUMI hari ini. Menurutnya, Antam merupakan salah satu perusahaan BUMN sehingga tidak mungkin menarik kembali keputusannya yang sudah menyatakan mundur dari konsorsium. “Lagian mungkin Antam juga tidak memiliki cashflow untuk membiayai divestasi sebesar itu,” timpalnya.

Lebih jauh Irwan mengatakan pergerakan bursa regional sendiri saat masih konsolidasi karena mendekati akhir tahun. Secara historis menurutnya, market internasional tidak bergerak jauh dua bulan di akhir tahun. “IHSG sendiri level 2.400 menjadi level support kuatnya saat ini,” ujarnya.

Namun, untuk BUMI pada kuartal pertama 2010 ditargetkan ada di level Rp5.000 dan Rp3.700 di akhir 2009 seiring tren penguatan harga batubara itu. “Selama harga komoditas naik terus hingga akhir tahun, saham pertambangan termasuk BUMI naik juga,” ungkapnya.

Untuk itu, Irwan merekomendasikan long term buy untuk BUMI dan mewanti-wanti untuk tidak tradding jangka pendek. Menurutnya, pada saat harga saham batubara thermal berada di level bawah seperti sekarang dan pergerakannya tipis, menandakan bandar sedang mengoleksi saham ini.

“Karena bandar tidak mungkin mendongkrak BUMI langsung tinggi dalam sepekan. Perlu diketahui pergerakan bursa 85% dimainkan bandar,” pungkasnya. [mdr]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://M.inilah.com via ponsel dan Blackberry !