

(istimewa)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (17/11) diperkirakan melanjutkan penguatan. Saham pilihannya: PTBA, PGAS, ITMG, JSMR, TOTL, WIKA dan BRPT.
Edwin Sebayang, analis dari Finan Corpindonusa memprediksikan, IHSG hari ini masih berpotensi menguat. Pasar saham domestik masih dipengaruhi faktor eksternal, yakni pelemahan dolar AS terhadap mata uang lain.
“Namun, kenaikan ini membuka peluang investor melakukan aksi profit taking pada beberapa saham yang sudah menguat,” ujarnya kepada INILAH.COM. Menurutnya, meski tingkat kepercayaan masyarakat (consumer confidence) turun, pasar optimistis atas pertumbuhan AS.
Mereka tidak mengacu pada data konsumsi saja. Pasalnya, pertumbuhan AS masih positif pada kuartal ketiga 2009, meskipun rating konsumsi itu berkali-kali turun. “Kondisi yang membaik ini terus menekan dolar. Hal inilah yang justru diinginkan AS untuk menaikkan ekspor domestik,” paparya.
Aliran dana masuk pun terus mengalir ke emerging market, terutama penempatannya di saham dan komoditas serta surat utang non-dolar. Namun, mengingat bursa domestik rata-rata sudah jenuh beli (overbought), kenaikan ini justru akan dimanfaatkan untuk keluar dari saham.
Edwin menuturkan, bursa hari ini masih mampu menguat ditopang beberapa saham tambang berkapitalisasi besar yang masih belum banyak bergerak (lagging), seperti PT Bukit Asam (PTBA), PT Perusahaan Gas Negara (PGAS), dan PT Indo Tambangraya Megah (ITMG). “Emiten-emiten ini masih direkomendasikan mengantisipasi limpahan likuiditas ke emerging market,” imbuhnya.
Saham-saham lain yang menjadi pilihannya adalah PT Jasa Marga (JSMR), PT Total Bangun Persada (TOTL), PT Wijaya Karya (WIKA), dan PT Barito Pacific (BRPT). Saham-saham ini juga masih berpotensi naik di tengah penguatan market. “Akumulasi beli untuk emiten-emiten ini,” pungkasnya.
Pada perdagangan Senin (16/11), IHSG
ditutup menguat 41,874 poin (1,73%) ke level 2.468,675. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencatatkan volume transaksi 6,014 miliar lembar saham, senilai Rp 5,323 triliun dan frekuensi mencapai 99.317 kali. Sebanyak 123 saham naik, 78 saham turun dan 57 saham stagnan.
Saham PT Bumi Resources (BUMI) masih mendominasi penguatan bursa, dengan nilai transaksi Rp 1,6 triliun. BUMI ditutup turun Rp 150 menjadi Rp 2.600.
Sedangkan saham PT Bakrie & Brothers (BNBR) naik 4,4% ke level Rp95, PT Energi Mega Persada (ENRG) naik 1,75% ke Rp290, PT Bakrie Telecom (BTEL) naik 3,9% ke Rp134, PT Bakrie Sumatra (UNSP ) naik 2,63% ke Rp780, dan PT Darma Henwa (DEWA) naik Rp1,8 ke Rp1,66.
Kemarin, saham-saham grup Astra berada di jajaran top gainer dan memimpin penguatan bursa. Saham PT Astra International (ASII) naik Rp850 menjadi Rp33.550, PT Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp750 menjadi Rp22.900, serta PT United Tractor (UNTR) naik Rp350 menjadi Rp15.900.
Beberapa emiten lain yang menguat adalah PT Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp1.650 menjadi Rp27.300, PT Bank Mandiri (BMRI) naik Rp225 menjadi Rp4.925, PT Bukit Asam (PTBA) naik Rp750 menjadi Rp15.300, PT Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 100 menjadi Rp 2.375 dan PT Medco Energi (MEDC) naik Rp100 menjadi Rp 2.725.
Sedangkan emiten-emiten yang melemah antara lain PT Tri Polyta Indonesia (TPIA) turun Rp75 menjadi Rp2.400, PT Lippo Karawaci (LPKR) turun Rp40 menjadi Rp580, PT Bank Central Asia (BBCA) turun Rp25 menjadi Rp4.725, PT Jasa Marga (JSMR) turun Rp10 menjadi Rp1.840. [ast/mdr]
- Data Ekonomi AS Picu Bursa Asia Naik
- ‘Capital Inflow’ Kembali Dongkrak Rupiah
- Inilah Daftar 10 'Foreign Buy' Saham
- Laba Bersih Hero Supermarket Naik 9,98%
- Anak Usaha PTBA Bakal Susah Dapat Ijin Tambang
- Jelang Buka, Wall Street Mixed di Kisaran Sempit
- Indofood Tuntaskan Restrukturisasi Anak Usaha
- MNC & Linktone Akuisisi 75% Innoform Media
- INTP Bangun Pembangkit Listrik Senilai US$100-150 Juta
- Inilah Daftar 'Top Foreign Sell' Saham
- DOID Bantah Wacana 'Rights Issue'
- 'Volatile', IHSG Mampu Berakhir Manis
- ADHI Bagi Hasil Sukuk Mudharabah Rp3,437 M
- Tutup Pekan, IHSG Naik Tipis 5,73 Poin
- Kalbe Farma Buyback 285,23 Jt Saham
Kurs BI :












