

(inilah.com /Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta - Pergerakkan IHSG pada perdagangan Rabu (25/11) berada di kisaran 2.451-2.485 yang diperkirakan tertekan dengan saham pilihan PTBA, SMGR, BBRI, BMRI dan UNVR.
Hal itu dikatakan analis saham Panin Securities Purwoko Sartono di Jakarta kemarin. "Kami memperkirakan indeks memang cenderung konsolidasi pada pekan ini. Minimnya sentimen positif membuat indeks sulit untuk rally lebih lanjut," katanya.
Pada perdagangan kemarin terjadi tekanan jual pada saham Grup Bakrie serta anjloknya bursa regional Asia, memberikan sentimen negatif bagi IHSG. Setelah bergerak fluktuatif akhirnya IHSG ditutup melemah 9,5 poin (0,38%) pada level 2.471,884. Bursa regional Asia tercatat gagal memanfaatkan momentum naiknya Dow Jones sehari sebelumnya.
Disisi lain, ada beberapa saham yang akan memberikan deviden interim seperti Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA), Semen Gresik (SMGR), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), Unilever Indonesia (UNVR). Saham-saham ini dapat menjadi pilihan untuk jangka pendek atau jangka menengah di tengah pasar yang kehilangan arah. [hid]
- Penjualan CPO AALI Naik 24,3%
- Jangka Pendek, Harga Wajar MPPA 1.300
- ‘Operating Cost’ Bank Halangi Penurunan Bunga Kredit
- INVS Cetak Laba Bersih Tumbuh 1.300%
- IHSG Dibuka Anjlok 24,72 Poin
- IHSG Masih Diuji di Kisaran 2.712-2.767
- BEI Suspensi Saham RAJA
- Setelah Stagnan, BUMI Akan Terus Menanjak
- Laba Bersih Kageo Igar Melesat 236,69%
- Lippo Cikarang Cetak Laba Bersih Melejit 81,19%
- MERK Cetak Laba Bersih Tumbuh 48,75%
- Dana Asing Masih Bisa Selamatkan Rupiah
- Laba Bersih Antam Jeblok 55,82%
- Saham POLY Diburu Bandar?
- Asing Bantu Dayaido Akuisisi?
Kurs BI :












