

(inilah.com /Dokumen)
INILAH.COM, Jakarta - Total nilai aktiva bersih (NAB) reksadana per akhir Oktober 2009 mencapai Rp108,5 triliun.
Hal itu disampaikan Ketua Asosiasi Pengelola Reksadana Indonesia (APRDI) Abiprayadi Riyanto, Rabu (25/11). "Reksadana saham tumbuh 40 persen pada 2009, selain itu suku bunga turun membuat investor mencari instrumen lain," ujar Abiprayadi.
Ia menambahkan, per September 2009 reksadana syariah tumbuh 44% atau Rp3,8 triliun dibanding pada 2008 mencapai Rp774 miliar. Menurut Abi, pertumbuhan reksadana syariah ini karena banyaknya sukuk yang dikeluarkan. "Korporasi menerbitkan obligasi dengan mengkombinasikan sukuk sehingga berdampak pada industri reksadana," tutur Abi.
Reksadana terproteksi pun tumbuh 5,31% atau Rp30 triliun dibanding 2008 sekitar Rp29 triliun. Reksadana pasar uang tumbuh 105,65% atau Rp 4,7 triliun dibanding 2008 sekitar Rp 2,3 triliun. "Reksadana pasar uang tumbuh karena sentimen suku bunga yang menarik," ujar Abdi.
Sedangkan reksadana pendapatan tetap relatif stabil. Total aset under management reksadana pendapatan tetap per September 2009 sekitar Rp13 triliun dibanding 2008 sekitar Rp10 triliun. Abi menuturkan, investor banyak pindah ke reksadana terproteksi.
Menurut Abi, sosialisasi dan edukasi sangat dibutuhkan dalam industri reksadana. Perbandingan dana kelolaan reksadana terhadap GDP pada 2005 Indonesia masih 1,21% dibandingkan Thailand mencapai 12,20% dan Malaysia 16%. Hal ini dikarenakan suku bunga deposito cukup tinggi di Indonesia. Seharusnya asumsi pertumbuhan GDP rata 6% per tahun industri reksadana harus tumbuh 29% per tahun. [cms]
- Sepekan, IHSG Pindah-pindah Zona
- Wall Street Anjlok Dipicu Kekhawatiran Utang Yunani
- Data Ekonomi AS Picu Bursa Asia Naik
- ‘Capital Inflow’ Kembali Dongkrak Rupiah
- Inilah Daftar 10 'Foreign Buy' Saham
- Laba Bersih Hero Supermarket Naik 9,98%
- Anak Usaha PTBA Bakal Susah Dapat Ijin Tambang
- Jelang Buka, Wall Street Mixed di Kisaran Sempit
- Indofood Tuntaskan Restrukturisasi Anak Usaha
- MNC & Linktone Akuisisi 75% Innoform Media
- INTP Bangun Pembangkit Listrik Senilai US$100-150 Juta
- Inilah Daftar 'Top Foreign Sell' Saham
- DOID Bantah Wacana 'Rights Issue'
- 'Volatile', IHSG Mampu Berakhir Manis
- ADHI Bagi Hasil Sukuk Mudharabah Rp3,437 M
Kurs BI :












