
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12429.6

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Beijing - Saham-saham di Bursa Asia Rabu (25/11) mixed lambatnya pemulihan negara-negara ekonomi besar.
Bursa Tokyo naik, sementara Hong Kong dan Seoul turun yang disebabkan data pertumbuhan ekonomi AS di kuartal 4-2009 tidak sesuai dengan perkiraan. Sementara Federal Reserve mengatakan recovery akan melambat dan angka pengangguran kembali naik.
Indeks Nikkei 225
Tokyo naik 0,3% atau naik 27,28 poin ke level 9.428,86, sementara indeks Hang seng
Hong Kong merosot 0,2% atau turun 41,23 poin ke level 22.381,91. Indeks Kospi
turun 0,1% atau turun 0,82 poin ke level 1.605,44.
"Dinamika pasar rendah, sebagai bagian diturunkannya portofolio investasi fund manager ana dari portofolio mereka untuk mengunci keuntungan setelah berbulan-bulan keuntungan didorong likuiditas," kata Peter Lai, manajer investasi DBS Vickers di Hong Kong.
"Investor hanya menunggu beberapa katalis yang bisa memicu aksi ambil untung. Sedang angka-angka dari ekonomi AS sepertinya tidak menarik lagi bagi mereka," tambah Lai.
Pemerintah AS merevisi perhitungan pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga turun menjadi 2,8% Selasa (24/11) waltu setempat dari perkiraan awal 3,5%. Sementara itu, Conference Board mengatakan Indeks Keyakinan Konsumen naik menjadi 49,5 pada November dari 48,7 di Oktober. Laporan menunjukkan konsumen tetap suram menuju musim liburan.
The Fed mengatakan langkah-langkah pemulihan melambat dan mengatakan tidak bisa untuk menurunkan tingkat pengangguran dengan cepat. Dalam catatan pertemuan 3-4 November, sebagian besar pembuat kebijakan Fed mengatakan hal itu bisa memakan waktu lima atau enam tahun bagi perekonomian dan pasar tenaga kerja untuk menjadi sehat secara konsisten. The Fed berjanji untuk menjaga tingkat suku bunga rendah, tetapi mengatakan pengangguran tinggi, memperlambat pertumbuhan pendapatan dan akan sulit untuk mendapatkan kredit yang akan memberatkan biaya pengeluaran konsumen. Dikatakan masalah di real estat komersial akan membantu pemulihan.
"Investor di Asia juga khawatir tentang utang konsumen AS," kata Lai. Dia mengatakan mereka berharap akhir tahun, data kartu kredit yang mungkin mengindikasikan kenaikan securitized utang. Yang sebagian lagi takut bisa menyebabkan masalah keuangan. "Orang-orang benar-benar khawatir tentang masalah kartu kredit ini," katanya.
Saham-saham utama di Indeks Shanghai
China naik 0,1% 3,84 poin ke level 3.227,37. Investor khawatir bahwa peringatan Beijing untuk mengontrol pinjaman bank dapat mengurangi likuiditas yang mendorong pasar. Indeks Shenzhen Cina untuk pasar kedua yang lebih kecil naik 0,7% atau 8,46 poin ke level 1.183,56.
Posisi dolar terhadap yen naik menjadi 88,29 yen dari 88,62 yen, sedang euro juga naik menjadi US$1,4989 dari US$1,4958. [cms]
- Inilah 3 Calon Deputi Gubernur BI
- Fitch Rating: Rating Semen Baturaja A-
- BLTA Cabut 'Voluntary Offer' Atas CECO
- BUMI Sepekan Cenderung Stagnan
- MAPI Gelar 'MAP Fashion Week'
- Tunggu Sampai Terjadi Koreksi
- Sepekan, IHSG Pindah-pindah Zona
- Wall Street Anjlok Dipicu Kekhawatiran Utang Yunani
- Data Ekonomi AS Picu Bursa Asia Naik
- ‘Capital Inflow’ Kembali Dongkrak Rupiah
- Inilah Daftar 10 'Foreign Buy' Saham
- Laba Bersih Hero Supermarket Naik 9,98%
- Anak Usaha PTBA Bakal Susah Dapat Ijin Tambang
- Jelang Buka, Wall Street Mixed di Kisaran Sempit
- Indofood Tuntaskan Restrukturisasi Anak Usaha












