Jumat, 21 November 2008
Gaya Hidup - Seks
  BERITA
  INDEKS BERITA
30/08/2008 05:45
Pria tak Boleh Sering ML?
Entin Supriati
 

(istimewa)
 

INILAH.COM, Jakarta - Dalam ranah psikologis, perempuan sering ML tidak menjadi masalah. Kalau pria? Ini dia yang menjadi pangkal persoalan.

Perempuan overdosis seks - meski masih diperdebatkan - bisa dikatakan tidak memiliki risiko. Justru perempuan banyak ML tidak hanya memperhalus bentuk perut dan pantat, namun juga bisa memperbaiki postur tubuh.

Sementara pada lelaki, terlalu banyak seks bisa saja bermakna positif. Dengan bantuan Viagra, Levitra atau obat kuat lainnya, memberikan stamina jempolan.

"Penis mempunyai daya juang yang mengagumkan, namun tetap saja memiliki keterbatasan," kata Urologis Dr Francois Eid dari Fakultas Kedokteran Cornell University.

Jika terlalu sering dipergunakan push up atas-bawah, kiri-kanan, jaringan dalam Mr Dick dapat terganggu. Dengan kata lain, kecepatan pemulihannya tidak sebanding dengan penggunaannya yang kelewat sering.

Dr Eid mengasosiasikan pria yang kerap ML lebih dari satu atau dua kali sehari, ibarat pemain sepakbola profesional. Kerap cedera kaki, tulang atau otot pada bagian bagian tubuh tertentu, karena jadwal tanding yang ketat.

Demikian juga dengan ML. Penggunaan Viagra dan sebagainya memaksa Mr Dick bertanding nyaris tanpa jeda. Pria yang tergolong dalam katagori pemain sepakbola seks ini bukan jenis yang harus dipertahankan, jika dia tidak mendengarkan apa kata tubuhnya, apalagi terhadap pasangannya. [L1]

[ Kirim ke teman ]



Layanan Mobile | RSS | Tentang Kami | Kontak kami
Copyright © 2007-2008 Inilah.com. All rights reserved Inilah.com