

(istimewa)
INILAH.COM, Jakarta - Vitamin C dan E tidak berbuat banyak untuk mencegah serangan jantung pada pria. Demikian hasil studi panjang dan lama mengenai minuman suplemen berkandungan vitamin C dan E.
Vitamin E bahkan muncul sebagai salah satu pencetus pendarahan, demikian salah satu hasil studi terbaru itu menyebutkan.
Selain pertanyaan, apakah vitamin bisa membantu, Barbara Howard, peneliti dari MedStar Research Institute of Hyattsville, Maryland justru mengkhawatirkan bahayanya. Hasil studi ini telah didiskusikan dengan American Heart Association Conference dan dipublikasikan di Journal of the American Medical Association.
Perokok pria yang mengkonsumsi vitamin E memiliki risiko pendarahan lebih tinggi. Serta sejumlah gangguan lainnya untuk masalah jantung.
Sedangkan vitamin C, sejumlah ahli mengatakan bahwa ini bisa mencegah kanker. Namun sebuah studi menunjukkan pada perempuan yang memiliki risiko masalah jantung tidak ditemukan bahwa vitamin C bisa bermanfaat bagi kesehatan jantung.
Sejumlah penelitian jangka panjang telah dilakukan. Yang terbaru adalah Physicians Health Study, yang dipimpin oleh Howard Sesso dan J Michael Gaziano dari Women's Hospital di Boston.
Penelitian ini melibatkan 14.641 dokter laki-laki.berusia 50 atau lebih tua, termasuk 5% yang memiliki penyakit jantung. Penelitian dimulai pada 1997. Mereka dibagi menjadi empat kelommpok dan diberikan vitamin E, vitamin C, serta keduanya sekaligus, dengan dosis masing-masing vitamin E 400 IU dan vitamin C 500 mg tiap hari.
Setelah rata-rata delapan tahun, tidak ada perbedaan yang terlihat dari tingkat serangan jantung pada mereka. Namun 39 pria yang mengkonsumsi vitamin E menderita pendarahan. Penelitian ini didanai oleh National Institutes of Health dan sejumlah pembuat vitamin.
Sedangkan hasil studi kedua menemukan fakta bahwa vitamin B-12 dan B-9 (folic acid) tidak mencegah serangan jantung juga. Ini mendukung hasil penelitian sebelumnya.
Studi ini melibatkan lebih dari 12.000 orang yang selamat dari serangan jantung dan dipimpin Dr Jane Armitage dari University of Oxford di England. [L1]
Berita terkait tidak ada, silahkan klik tab 'Berita Lainnya' di atas
- Reloxin Siap Saingi Botox
- Tulang, Otot, dan Penuaan
- Menghindari Mata Lelah
- Buatlah Budget untuk Kalori Anda
- Rokok Tingkatkan Risiko Kanker Usus
- Waspada, Gangguan Kesehatan Mental
- Liburan Tanpa Empat Mitos Kesehatan
- Dimsum Seafood di Tanah Batak
- Ketahui Penyebab Disfungsi Ereksi
- Cegah Sakit Kepala Selama Hamil
- Pepaya Tingkatkan Kualitas Sperma
- Awas Kanker Prostat!
- Mandi Biar Cantik Seperti Apa?
- Hati-hati Perubahan Cuaca
- Seledri Baik untuk Hipertensi