Selasa, 16 Maret 2010
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI : 1 Euro = Rp.12613.3
 
Wawancara
 
26/06/2009 - 06:00
FERDI HASAN
Rumah Intim Keluarga
Liana Garcia
Ferdi Hasan

INILAH.COM,Jakarta - Di mata presenter terkenal Ferdy Hasan, rumah adalah istanaku. Bagi Ferdi, rumah adalah tempatnya berkumpul dan bercengkrama dengan orang-orang terkasih.

Selain termasuk tipe orang rumahan, Ferdi ternyata juga tidak betah terlalu lama di luar rumah. Itulah sebabnya rumah yang ia tinggali pun harus nyaman dan penuh kehangatan.

Demi mewujudkan impian akan rumah idaman, Ferdi pun tidak segan untuk bertanya kepada banyak arsitek untuk mencari bentuk pas rumah idamannya. Dan tentunya sesuai bujet keuangan yang ia miliki.

Dalam perbincangannya kepada INILAH.COM usai memberikan testimoni pada talk show Solusi Membangun dan Merenovasi Rumah Impian yang diselenggarakan oleh Mortar Utama beberapa waktu lalu Ferdi Harsan curhat tentang pembangunan rumahnya yang sempat terbengkalai selama enam bulan karena kehabisan biaya dan salah anggaran.

Katanya pembangunan rumahnya sempat terbengkalai 6 bulan karena kehabisan uang?

Ya... benar. Waktu itu kita tidak banyak tahu soal membangun rumah yang efisien. Meski istri saya, Safina, seorang arsitek. Banyak hal yang kita berdua tidak tahu banyak. Ketika semua harga-harga bahan bangunan naik, kondisi keuangan jadi nggak karuan. Akibatnya yah, pembangunan terbengkalai enam bulan.

Salah manajemen atau salah desain?

Nggak juga. Banyak hal yang kadang kita tidak tahu. Misalnya soal bahan bangunan seperti pasir atau semen. Biasanya kalau orang bangun rumah selalu finishing-nya dengan dua bahan tadi. Ternyata ketika krisis moneter harganya jadi dua kali lipat dan susah di dapat. Padahal pembangunan baru separuh jalan. Untunglah, ada saran dari teman untuk memakai semen instan dari Mortar Utama sebagai bahan pengganti, pembangunan rumah bisa terus berjalan. Sepele, tapi bisa menghambat.

Berarti rumah sekarang sudah benar-benar ideal dan rumah idaman?

Insya Allah, sudah. Segala keinginan saya tentang rumah ini diwujudkan oleh Safina yang menekuni bidang interior desain. Hasilnya sesuai harapan. Manajemennya, ruangnya, benar-benar sesuai keinginan kami. Buat saya, rumah adalah segalanya. Sebab, saya lebih suka tinggal di rumah, kecuali kerja.

Bagaimana sih dari rumah idaman yang menjadi tempat favorit atau center dari ruangan?

Kolam renang. Dari sekian banyak bagian rumah, hampir semua ruang dari rumah dua lantai yang memiliki 60 jendela dari kayu menghadap ke kolam renang. Makanya, kolam renang harus didesain tidak hanya berfungsi sebagai tempat berenang, tapi harus bisa juga sebagai tempat bersantai dan tempat inspiratif.

Ada ruang khusus yang dijadikan tempat intim keluarga?

Ada, ruang khusus bermain anak-anak. Saya tidak mau egois, saya ingin memanjakan anak. Ruang khusus ini berisi mainan, termasuk video game. Sehingga saat ingin sama-sama menikmati hari dengan hobi masing-masing, saya dan mereka tidak terganggu. [L1]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://M.inilah.com via ponsel dan Blackberry !