Kamis, 18 Maret 2010
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI : 1 Euro = Rp.12595.4
 
Gaya Hidup
 
27/06/2009 - 04:09
Teh Hijau Cegah Infeksi HIV
Liana Garcia

(istimewa)

INILAH.COM, Hamburg - Kandungan alami teh hijau, dipercaya sebagai penghambat yang bermanfaat dan penekan biaya yang efektif terhadap peningkatan penularan virus yang ditengahi oleh air mani, termasuk penularan HIV secara seksual.

Ini berdasarkan penelitian baru yang dilakukan Ilona Hauber PhD. dan rekannya, dari Heinrich-Pette Institute for Experimental Virology and Immunology di Hamburg, Jerman.

Pemicu penelitian itu adalah temuan baru bahwa air mani mengandung sebuah faktor, yang disebut pendorong penularan virus melalui air mani (semen-derived enhancer of virus infection/SEVI), yang mengantar HIV ke pintu utama sel yang disukai HIV untuk ditulari.

SEVI adalah fibril beta-amiloid yang dibuat dari protein prostat yang umum di dalam air mani. Beta-amiloid lain dikaitkan dengan penyakit neurologi, misalnya alzheimer dan parkinson. Di antara senyawa yang melawan pembentukan beta-amiloid adalah EGCG – molekul teh hijau yang sangat sering diteliti.

Mungkinkah teh hijau menghambat SEVI dan melawan infeksi HIV?

Dalam penelitian laboratorium, Hauber dan rekan menunjukkan bahwa EGCG merusakkan fibril yang dibentuk dari peptid prostat dan menghentikan air mani meningkatkan penularan HIV. Molekul teh hijau tidak membahayakan sel manusia.

Salah satu hasil utama yang diharapkan dari penelitian AIDS adalah pencarian gel vagina yang dapat dipakai oleh perempuan untuk melindungi dirinya terhadap penularan HIV saat berhubungan seks. Gel itu tidak boleh menyebabkan iritasi dan kandungan aktifnya harus berkembang dalam keasaman lingkungan vagina.

EGCG stabil pada lingkungan asam. Oleh karena itu Hauber dan rekan mengusulkan EGCG dapat menjadi tambahan penting pada gel vagina anti-HIV, kemungkinan dikombinasikan dengan obat antiretroviral (ARV).

Lebih lanjut, para peneliti mencatat, EGCG tampak memiliki kegiatan anti-HIV juga. "EGCG, kandungan alami teh hijau, mungkin merupakan penghambat yang bermanfaat dan efektif biaya terhadap peningkatan penularan virus yang ditengahi oleh air mani, termasuk penularan HIV secara seksual," mereka menyimpulkan. [L1]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://M.inilah.com via ponsel dan Blackberry !