
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12841.4

(istimewa)
INILAH.COM, Jakarta - Dalam beberapa tahun terakhir kandungan kimia dalam penyegar dan pengharum ruangan dicurigai menjadi penyebab sesak nafas dan masalah paru-paru lainnya.
Penelitian yang dilakukan National Institutes of Health, Amerika Serikat menemukan bahwa pada orang-orang yang berada pada ruangan berpengharum, dalam darahnya terkandung 1,4-dichlorobenzene, kimia organik yang menurunkan fungsi paru-paru.
Substansi kimia ini amat umum dijumpai dalam kapur barus, asap rokok, dan pengharum kamar mandi.
Sementara itu penelitian lain yang dipublikasikan Environmental Health Perspectives menelaah kesehatan 953 orang berusia rata-rata 37 tahun selama enam tahun berturut-turut.
Setelah mengeliminasi faktor lain seperti asap rokok, penelitian itu menemukan 10% dari responden mempunyai kadar 1,4 DCB dalam darahnya, semakin parah setelah berada di ruangan berpengharum udara. Fungsi paru-parunya turun empat 4%.
Angka empat persen tidak cukup kuat untuk mengenyahkan pengharum ruangan dengan segera. Namun seperti disampaikan periset, apabila fungsi pernafasan menurun adalah indikasi dari kerusakan paru-paru. Solusinya, kurangi penggunaan produk sejenis dan lebih banyak membersihkan ruangan serta dialiri udara segar. [mor]
- Cinta dan Kasih Sayang, Sehatkan Jantung
- Deteksi Dini Kanker Serviks Kurang 5%
- Efektif Turunkan Berat Badan, Inilah Caranya...
- Obatilah Kanker ke China
- 40% Kanker Bisa Dicegah
- Apel dan Banyak Manfaat Kesehatan
- Air Antioksidan Penjaga Kesehatan
- Pengalaman Sakit Giring 'Nidji'
- Prinsip Shahnaz Haque Demi Kesehatan Anak
- Gangguan Pendengaran Generasi Muda Kini Berkurang
- Susah Tidur? Konsumsi Bawang Putih
- Gaya Sehat dan Bugar Carissa Putri
- Pemetaan Genetik untuk Malaria Tawarkan Harapan
- Disfungsi Ereksi Gejala Penyakit Jantung?
- Kehilangan Indera Penciuman Gejala Awal Alzheimer












