BERITA
INDEKS BERITA
![]() | |
(Birkoff) |
INILAH.COM, Jakarta - Desainnya yang lebih atraktif dan agresif akan banyak dilirik keluarga muda. Dimensinya yang kompak juga membuat Aveo mampu bergerak lincah. Namun Aveo perlu usaha keras untuk menaklukkan tanjakan.
General Motors memang terkesan terlambat menghadirkan New Chevrolet Aveo. Jarak tiga tahun dengan generasi pertama, membuat pertanyaan besar apakah Aveo akan diteruskan atau tidak. Namun jawabannya sekarang sudah jelas, Chevrolet kembali meramaikan pasar mini MPV di Indonesia yang sesak dengan pemain Jepang melalui peluncuran Aveo baru pada akhir Juni 2008.
Keseriusan Aveo untuk mengganggu pasar Honda Jazz, Toyota Yaris, ataupun Suzuki Swift dibuktikan dengan perubahan signifikan di sekujur tubuhnya. Desainnya kini lebih dinamis berkat pengembangan para desainer dan teknisi ahli dari General Motors. Perubahan paling mencolok adalah sosok eksteriornya yang lebih segar yang menunjukkannya sebagai sebuah mobil hatchback modern dan futuristik.
Tampilan new Aveo lebih agresif dan kental dengan nuansa Eropa berkat grille radiator yang berukuran lebih besar. Model berkarakter sport ini juga lebih percaya diri melalui logo Chevrolet yang melintang secara horizontal dan kontras di tengah grille radiator. Secara keseluruhan, dimensinya membentuk kurva dengan garis bahu body dinamis yang menarik perhatian. Lampu utama dibuat lebih besar dan fog lamp menyatu dengan bumper depan, serta desain belakang didominasi bumper solid dan lampu besar yang kian menegaskan kesan sporty. Dimensi Aveo kini lebih panjang 4 cm dibanding Aveo lama. Secara detail panjangnya menjadi 3.920 mm, lebar 1.680 mm, dan tinggi 1.510 mm dengan jarak sumbu roda (wheelbase) 2.480 mm.
Guna lebih bersaing dengan para kompetitornya, Cheverolet membekali New Aveo dengan dapur pacu baru yang berkapasitas 1.5 liter berteknologi E-TEC II 4-silinder segaris, menggunakan Multi Point Injection dan Direct Ignition System (2 coil) dengan rasio kompresi 9,5:1. Kendati kapasitas mesinnya sama dengan dengan rival-rivalnya, namun Aveo memiliki kelemahan pada tenaga puncak dan torsinya yang lebih kecil. Aveo hanya menyemburkan tenaga 86 PS pada 5.600 rpm dengan torsi 128 Nm pada 3.000.
Hal ini menyebabkan Aveo perlu usaha keras untuk menaklukkan tanjakkan di jalan tol Cipularang. Sepertinya GM ingin menunjukkan sisi ekonomis dengan penghematan bahan bakar dan menganggap performanya sudah cukup memuaskan. Aveo memang memerlukan waktu yang sedikit lebih lama saat dipacu di tanjakkan, namun performanya masih terbilang responsif di jalanan datar dengan akselerasi meyakinkan.
Diluar performa, pengendalian Aveo cukup mantap dengan bantingan yang empuk berkat suspensi independent di keempat rodanya. Kenyamanan mengemudi begitu terasa berkat suspensi depan yang menganut sistem mekanisme MacPherson Strut dengan Coil Spring dan Torsion Beam Axle di bagian belakang, sehingga mampu menjaga kestabilan saat berlari cepat di kecepatan 150 kpj. Perpindahan transmisi otomatis 5-speed juga terasa halus dan tanpa sentakan. Kemudinya pun merespon dengan akurat setiap pergerakan tangan saat melakukan perpindahan jalur atau menikung.
Sambil menikmati pemandangan indah di tol Cipularang hingga tiba di Bandung, perhatian difokuskan pada interior kabin. Ternyata, perbaikan tak hanya dilakukan di luar saja, namun juga meliputi interior seperti tempat duduk, dashboard dan panel instrument dibuat lebih berkelas dan berkualitas tinggi yang semuanya diproduksi dengan detail halus dan rapih. Ditambah lagi sentuhan chrome di beberapa bagian seperti di konsol tengah menjadikannya berkesan mewah dan elegan. Head unit model double DIN yang bisa memainkan radio, memutar CD, dan sanggup terintegrasi dengan peranti IPOD menjadi penunjang kenyamanan yang dapat memanjakan penumpangnya.
Meskipun berada di teritori berat dan terjun di pasar paling gemuk di Indonesia, Aveo memiliki keunggulan di harga. Untuk transmisi manual GM mematok Rp 132 juta dan otomatis dibanderol Rp 147 juta atau berada di bawah pesaingnya seperti Jazz dan Yaris. Target yang dituju yakni keluarga kecil serta pribadi muda yang dinamis dan progresif sepertinya akan berhasil mengingat sejak kehadirannya tahun 2005, Aveo telah terjual 1,6 juta unit di 155 negara dengan populasi di Indonesia sekitar 4.300 unit. Kita lihat saja...[O1]
[ Kirim ke teman ]