BERITA
INDEKS BERITA
![]() | |
(istimewa) |
INILAH.COM, Jakarta - Pernah membayangkan menjelang lebaran mobil-mobil hatchback diburu orang untuk dipakai mudik. Pasti nggak kan? Yang banyak dicari tentunya kendaraan jenis MPV atau minivan yang memiliki daya muat penumpang lebih besar.
Tapi bukan berarti kendaraan tanpa buntut ini tak layak untuk angkutan mudik lebaran. Hatchback tetap layak bagi para mudiker yang memiliki keluarga kecil dengan satu anak atau dua anak. Ternyata mudik dengan hatchback, Yaris, nggak kalah asyiknya.
Sejak dilansir tahun 2006 lalu, Toyota Yaris hingga kini tetap menjadi pilihan banyak konsumen muda, keluarga kecil, dan tak sedikit kaum hawa. Desainnya yang membulat dan berkarakter sporty sangat cocok digunakan mereka yang berjiwa muda.
Belum lama ini, Toyota meminjamkan Yaris versi standar (M/T) untuk mengetahui sejauh mana saingan Honda Jazz ini bisa diajak untuk melakukan perjalanan jarak jauh terutama untuk rute-rute mudik. Versi ini termasuk varian Hatchback J Grade yang baru beberapa bulan lalu diluncurkan Toyota Astra Motor. Masih mempertahankan garis desain yang groovy dan sporty khas anak muda, gril depan Yaris tampil baru untuk semua tipenya.
Hari pertama menggunakan Yaris tak banyak yang bisa diulas karena singkatnya waktu tempuh dari rumah ke kantor yang hanya berjarak sekitar 20 km. Namun, dengan kondisi lalu lintas yang padat merayap dari Cinere ke jalan Ciranjang, Kebayoran Baru, yang melaju dengan kecepatan konstan 20 – 40 km per jam, rasanya sudah bisa mengira-ngira, Yaris termasuk kendaraan yang irit.
Hanya saja dalam kondisi lalu lintas padat merayap dengan kecepatan tak lebih dari 20 km per jam, Yaris terasa kurang nyaman. Kalau belum terbiasa, mesin bisa saja tiba-tiba mati. Namun, kalau sudah tahu selahnya, dijamin lancar tanpa gangguan.
Memanfaatkan libur akhir pekan, setelah menambah bahan bakar Pertamax yang diisi full tank senilai Rp250 ribu, Yaris langsung digeber ke Bandung. Mengambil rute tol Simatupang – Cikunir terus melaju dengan kecepatan rata-rata di atas 80 km per jam, setengah jam berikutnya Yaris sudah sampai di tempat peristirahatan pertama (KM19) tol Cikampek (Starbuck Coffee), menikmati kopi setelah itu perjalanan dilanjutkan ke Bandung.
Yaris memiliki jantung mekanis serupa dengan milik Vios, 1.497 cc, 4-silinder, 16 katup DOHC, VVT-i. Dapur pacunya menyemburkan tenaga sebesar 109 hp pada 6.000 rpm dan torsi 142 Nm pada 4.200 rpm. Dengan mesin berkode sama 1NZ-FE, yang rasio kompresinya 10.5 : 1, performa Yaris hanya akan optimal bila mengkonsumsi BBM jenis Pertamax.
Faktanya memang demikian, kalau hanya sekadar menaklukkan jalanan sekelas Cipularang, seperti nggak ada apa-apanya. Di tanjakan, Yaris bisa melaju tanpa hambatan sekalipun digeber dengan kecepatan lebih dari 100 km per jam. Apalagi di jalanan lurus, tak terasa angka speedometer sudah menunjukkan lebih dari 120 km per jam. Dengan performa seperti itu, tak perlu ragu untuk menyalip kendaraan yang berada di depan. Bahkan meliuk-liuk di antara truk, bus dan kendaraan pribadi saat lalu lintas lumayan padat terasa begitu nyaman.
Kondisi ini tak akan jauh berbeda jika Yaris memang dipilih sebagai transporter mudik. Anda tinggal menyesuaikan dengan situasi lalu lintas di mana Anda akan lewat. Kalau mau menyalip mobil di depan, tekan saja pedal gas agak dalam, wuussh …Yaris bisa langsung melewati dua tiga mobil.
Nggak usah ragu, karena Yaris memiliki kelebihan melalui bobot yang lebih ringan 400 kg dibanding Vios. Hal ini tentu saja membuat akselerasi Yaris terasa lebih responsif. Dalam kondisi ini, Yaris bisa digeber lebih dari 120 km per jam. Yang penting saat akan menyalip, posisi Anda harus agak ke kanan di belakang mobil yang berada di depan sehingga bisa memantau situasi lalu lintas jauh ke depan.
Yaris memiliki konstruksi kaki-kaki yang kokoh dengan suspensi depan menggunakan MacPherson serta Torsion Beam di belakang merupakan komposisi yang tepat.
Terbukti saat menikung dalam kecepatan tinggi, Yaris tetap stabil dan mampu mengembalikan tubuhnya dengan cepat. Bahkan di jalanan bumpy sekali pun Yaris tetap nyaman digeber. Penumpang di belakang pun tetap merasa nyaman bahkan bisa tertidur lelap.
Perjalanan Jakarta – Bandung hanya membutuhkan waktu tempuh sekitar 2 jam dengan jarak lebih dari 130-an km. Iseng-iseng amati sejauh mana jarum penunjuk volume bensin berkurang.
Anda mungkin akan kaget, dengan jarak tempuh lebih dari 130 km konsumsi bahan bakar hanya berkurang satu garis. Itu artinya Yaris hanya menghabiskan bensin sekitar 7 liter. Termasuk berkeliling kota Bandung sembari mampir di beberapa pusat perbelanjaan yang ada di jalan Riau, Sultan Agung, Dago dan Cihampelas.
Kalau Anda memang berniat mudik menggunakan hatchback sekelas Yaris, nggak usah ragu apalagi kalau takut kantong bocor gara-gara sering mampir ke pompa bensin? Nggak bakalan deh, yakin!
[ Kirim ke teman ]