
INILAH.COM, Jakarta - Bulan Ramadhan 1429 H yang bertepatan dengan masa kampanye Pemilu 2009 diminta tidak dimanfaatkan para politisi untuk menggelar kampanye terselubung.
"Jangan memanfaatkan solat tarawih, tadarus dan buka bersama sebagai ajang kampanye. Jadi saya harap itu murni untuk ibadah," kata Sekretaris Umum Majelis Ulama (MUI) Ichwan Syam, di Jakarta, Jumat (29/8).
Ichwan berharap, bulan suci Ramadhan dapat dijadikan sebagai bulan muhasabah atau instrospeksi oleh semua pihak. "Maka diharapkan para elit politik menjaga kemuliaan bulan Ramadhan dengan menghindari kegiatan kampanye yang diwarnai oleh sikap, penampilan, ucapan dan perbuatan yang tidak terpuji," imbuhnya.
"Jadi para elit politik harus tahan diri selama bulan Ramadhan," pungkasnya.
Sebelumnya MUI juga mengungkapkan jika selama bulan Ramadhan, MUI juga membentuk tim pemantau siaran televisi. MUI meminta lembaga-lembaga penyiaran tidak menampilkan tayangan-tayangan dewasa saat pukul 22.00-03.00 WIB.[L6]
- Bursa Kabinet Kian Liar
- Hatta Rajasa Ketua Umum PAN?
- SBY Tak Muncul, PKS Kecewa
- Menakertrans, Imin atau Jumhur?
- Dana Kampanye SBY-Boediono 'Clear'
- Pemerintahan Baru Hemat Rp 70 Triliun
- SBY Didesak Usut Jual-Beli Kursi Ketua DPRD
- Lebaran, Ajang Rekonsiliasi Nasional PKS
- PDIP-Golkar Gabung, PKS Tak Masalah
- PKS Usik Kesadaran SBY
- PKS Tak Rela Koalisi 'Dirusak' PDIP
- 'Komisioner KPU Wajar Dipolisikan'
- Fatwa Mulai 'Kampanye' Ketua DPD
- PDIP-Gerindra Terjebak Koalisi SBY?
- PKS & PDIP Tak Beda di Mata Demokrat
Kurs BI :












