
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12841.4

(inilah.com/Abdul Rauf)
INILAH.COM, Jakarta – Niat PKS yang menganugerahkan penghargaan kepada Siti Hardiyanti Rukmana alias Tutut mendapat kecaman pedas. Putri sulung mantan Presiden HM Soeharto itu dinilai tak layak enempati urutan ke-8 daftar 'perempuan yang berprestasi dan berjasa bagi bangsa'.
"Nggak jelas kriterianya apa? Apa prestasi Tutut itu? Nggak layak dia dapat itu," kata aktivis perempuan Dita Indah Sari, saat berbincang dengan INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (5/12).
Diakui Mantan Ketua Umum Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) ini Tutut memang memiliki prestasi di era Orde Baru. Namun, prestasi itu ada karena mendapatkan bantuan dari ayahnya.
"Sekarang, mana prestasi yang telah ditorehnya? Kalau nggak ditopang oleh bapaknya bagaimana? Sekarang tanpa bapaknya, bisa nggak?" ujar caleg Partai Bintang Reformasi untuk daerah pemilihan Jawa Tengah I ini dengan nada sengit.
Saat Soeharto menjadi presiden, Tutut pernah menduduki jabatan di sejumlah organisasi. Di antaranya, ia mejadi Ketua Himpunan Pekerja Sosial Indonesia (HIPSI), Ketua Umum Persatuan Radio Siaran Swasta Nasionallndonesia (PRSSNI), dan Presiden International Federation Blood Donor Organization (FIODS).
Di kabinet terakhir Orde Baru, Tutut juga sempa menjabat sebagai menteri sosial. Sementara pada Pemilu 2004, Tutut diajukan sebagai calon presiden oleh Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB). [nuz]
- Bursa Kabinet Kian Liar
- Hatta Rajasa Ketua Umum PAN?
- SBY Tak Muncul, PKS Kecewa
- Menakertrans, Imin atau Jumhur?
- Dana Kampanye SBY-Boediono 'Clear'
- Pemerintahan Baru Hemat Rp 70 Triliun
- SBY Didesak Usut Jual-Beli Kursi Ketua DPRD
- Lebaran, Ajang Rekonsiliasi Nasional PKS
- PDIP-Golkar Gabung, PKS Tak Masalah
- PKS Usik Kesadaran SBY
- PKS Tak Rela Koalisi 'Dirusak' PDIP
- 'Komisioner KPU Wajar Dipolisikan'
- Fatwa Mulai 'Kampanye' Ketua DPD
- PDIP-Gerindra Terjebak Koalisi SBY?
- PKS & PDIP Tak Beda di Mata Demokrat












