Rabu, 10 Februari 2010
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI : 1 Euro = Rp.12841.4
 
Pemilu 2009
 
05/12/2008 - 11:38
'Tutut Tak Layak Dapat PKS Awards'
Abdullah Mubarok
Siti Hardiyanti Rukmana(Tutut)
(inilah.com/Abdul Rauf)

INILAH.COM, Jakarta – Niat PKS yang menganugerahkan penghargaan kepada Siti Hardiyanti Rukmana alias Tutut mendapat kecaman pedas. Putri sulung mantan Presiden HM Soeharto itu dinilai tak layak enempati urutan ke-8 daftar 'perempuan yang berprestasi dan berjasa bagi bangsa'.

"Nggak jelas kriterianya apa? Apa prestasi Tutut itu? Nggak layak dia dapat itu," kata aktivis perempuan Dita Indah Sari, saat berbincang dengan INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (5/12).

Diakui Mantan Ketua Umum Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) ini Tutut memang memiliki prestasi di era Orde Baru. Namun, prestasi itu ada karena mendapatkan bantuan dari ayahnya.

"Sekarang, mana prestasi yang telah ditorehnya? Kalau nggak ditopang oleh bapaknya bagaimana? Sekarang tanpa bapaknya, bisa nggak?" ujar caleg Partai Bintang Reformasi untuk daerah pemilihan Jawa Tengah I ini dengan nada sengit.

Saat Soeharto menjadi presiden, Tutut pernah menduduki jabatan di sejumlah organisasi. Di antaranya, ia mejadi Ketua Himpunan Pekerja Sosial Indonesia (HIPSI), Ketua Umum Persatuan Radio Siaran Swasta Nasionallndonesia (PRSSNI), dan Presiden International Federation Blood Donor Organization (FIODS).

Di kabinet terakhir Orde Baru, Tutut juga sempa menjabat sebagai menteri sosial. Sementara pada Pemilu 2004, Tutut diajukan sebagai calon presiden oleh Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB). [nuz]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://M.inilah.com via ponsel dan Blackberry !