Rabu, 3 Desember 2008
Wawancara - Politik
  WAWANCARA
  INDEKS WAWANCARA
22/08/2008 09:42
"Tetap Usung Syariat Islam"
MS Kaban
R Ferdian Andi R
 
MS Kaban
(inilah.com/subekti)
 

INILAH.COM, Jakarta — Euforia reformasi juga dirasakan kalangan partai politik berideologi Islam. Setidaknya, isu penegakan syariat Islam menjadi mainstream isu yang ditonjolkan. Tapi, kini hanya PBB yang getol menggulirkannya.

PPP dan PKS kini tak lagi enjoy dengan gagasan syariat Islam. Tapi, PBB seperti tak tergerus. Mereka tetap melaju, menggulirkan gagasan syariat Islam itu.

Para elit PBB selalu menggarisbawahi, syariat Islam yang diperjuangkan tetap dalam bingkai NKRI. “Spirit syariat Islam yang kita perjuangkan tetap dalam bingkai NKRI,” tegas Ketua Umum PBB MS Kaban kepada INILAH.COM. Apakah gagasan syariat Islam masih populer dan menjadi pemikat bagi pemilih muslim? Kaban menjelaskannya secara lugas dalam wawancara berikut.

Bagaimana isu syariat Islam, masih terus dikampanyekan PBB?

Saya kira syariat itu sangat luas maknanya. Misalnya, kita ingin memperjuangkan nasib kaum duafa, itu kan juga syariat.

Apakah itu tidak kontraproduktif terhadap citra PBB sebagai partai yang eksklusif?

Tidak. PBB kan partai yang rasional. Kita sering dialog dengan siapapun. Kita juga menjelaskan secara gamblang apa visi-misi partai. Spirit syariat Islam yang kita perjuangkan tetap dalam bingkai NKRI. Saya kira tidak ada masalah dengan citra PBB.

Itu bukan politisasi agama?

Oh tidak, kita memperjuangkan agama dengan cara jalur politik.

Banyak tudingan, PBB tidak seperti partai Islam lainnya karena tidak jelas arah perjuangannya. Bagaimana menanggapinya?

Saya kira sudah cukup jelas, bahwa PBB itu memperjuangkan syariat Islam dalam konteks NKRI dalam bentuk perjuangan di parlemen. Terus terang, suara PBB itu cenderung naik, dalam Pemilu 2004 1,9 juta menjadi hampir 3 juta.

Dulu gagasan syariat Islam sempat menguat saat amandemen UUD 1945 dengan gagasan memasukkan tujuh piagam Jakarta?

Ya. kita tetap memperjuangkan syariat, tapi dalam bingkai NKRI.

Pemilu 2009 menjadi pemilu penentu bagi PBB dengan penerapan parliamentary threshold (PT). Apa kiat PBB agar lolos dari jeratan PT tersebut?

Kita akan berusaha meraih suara sebanyak-banyaknya di Pulau Jawa.

Artinya PBB siap head to head dengan ‘partai gajah’, karena di pulau Jawa partai besarlah penguasanya?

Iya. Sebenarnya PBB tidak ada kesulitan. Karena kami bisa masuk ke NU, dan itu terbukti dari banyaknya dari tokoh-tokoh pondok pesantren dari ahlussunnah waljamaah yang menjadi caleg dari PBB. Ada Gus Adzim dari Lasem, Rembang. Di Pekalongan juga keluarga Nahdliyin. Di Purwokerto juga demikian. Jadi PBB tidak ada kesulitan dari kalangan NU, Muhammadiyah, dan kampus.

Kapan mulai kampanye?

Hampir tiap minggu sudah kita lakukan dan kita lakukan secara tertutup dan terbatas. Seperti pertemuan internal dan mengundang tokoh-tokoh dengan melakukan edukasi politik dan menjelaskan setiap tahapan-tahapan pemilu.

Target Pemilu besok?

Kita berjuang agar lolos PT saja. [I4]

[ Kirim ke teman ]



Layanan Mobile | RSS | Tentang Kami | Kontak kami
Copyright © 2007-2008 Inilah.com. All rights reserved Inilah.com