Rabu, 3 Desember 2008
Wawancara - Politik
  WAWANCARA
  INDEKS WAWANCARA
24/08/2008 14:51
"Saya Tidak Takut Masuk DPR"
Adrian Maulana
R Ferdian Andi R
 
Adrian Maulana
(istimewa)
 

INILAH.COM, Jakarta – Panasnya gedung parlemen akibat berondongan kasus ternyata tak menyurutkan minat orang untuk masuk jadi anggota DPR-RI. Bahkan, sederet artis pun ikut berlomba. Satu di antaranya adalah Adrian Maulana.

Di Pemilu 2009, Adrian maju sebagai caleg PAN untuk daerah pemilihan (dapil) Sumatera II. "Saya tidak takut masuk DPR. Niat saya murni memperjuangkan aspirasi rakyat," kata insinyur teknis mesin Universitas Trisaksi Jakarta ini.

Berikut wawancara lengkap dengannnya:

Apa yang melatarbelakangi Anda maju jadi caleg PAN?

Saya termasuk aktivis mahasiswa 1998. Latar belakang itulah yang mendorong saya tampil kembali. Di samping itu, naiknya Dede Yusuf dan Bang Rano Karno juga memicu saya. Ternyata artis yang punya kemampuan intelektual untuk mendapatkan tempat di hati masyarakat.

Apa komentar Anda terhadap plesetan nama PAN jadi Partai Artis Nasional gara-gara banyak merekrut artis di daftar calegnya?

PAN itu tetap kepanjangan dari Partai Amanat Nasional. Plesetan itu mungkin karena situasi memanas menjelang Pemilu. Ini biasa terjadi. Saya pun tak risau atas sikap skeptis banyak pihak terhadap fenomena artis masuk politik. Terpenting, saya siap bekerja sebaik-baiknya untuk kemenangan saya di dapil Sumatera II. Saya juga siap menunjukkan kemampuan membawa aspirasi dapil yang saya wakili.

Akan masuk ke komisi berapa jika kelak jadi anggota DPR-RI?

Sesuai latar belakang pendidikan saya sebagai insinyur teknik mesin dan tesis saya tentang efisiensi energi. Karenanya, saya ingin masuk Komisi VII.

Apakah Anda tidak khawatir ikut arus di DPR nanti?

Merosotnya citra DPR saat ini justru jadi momen penting. Citra buruk itu harus diperbaiki. Ini tantangan bagi saya. Mewakili figur artis, saya pun tidak mau mengatasnamakan kepentingan pribadi. Niat saya adalah menebarkan manfaat positif bagi masyarakat. Saya tidak takut masuk DPR yang sedang diobok-obok.

Apa agenda pertama yang akan dilakukan jika kelak masuk DPR?

Program efisiensi penggunaan BBM. Efisiensi kan tidak akan optimal jika tidak didukung regulasi yang tepat dari pemerintah. Makanya, DPR dan pemerintah harus membuat Undang-undang yang menguntungkan masyarakat. Kebijakan yang ada saat ini masih dinikmati oleh pihak asing, bukan masyarakat kita.

Termasuk gagasan nasionalisasi aset akan Anda suarakan jika terpilih jadi anggota DPR?

Oh, iya. Yang jadi kekhawatiran selama ini adalah tingkat kemampuan mengatasi hal-hal yang berhubungan dengan energi. Padahal, saya yakin, bangsa ini mampu mengatasinya.

Untuk itu, menurut saya, kita harus berani melakukan renegosiasi dengan pihak asing. Saya yakin, itu bisa dan boleh dilakukan. Apalagi, faktanya, selama ini Indonesia tidak diuntungkan dari kontrak-kontrak dengan pihak asing itu. [I3]

[ Kirim ke teman ]



Layanan Mobile | RSS | Tentang Kami | Kontak kami
Copyright © 2007-2008 Inilah.com. All rights reserved Inilah.com