

(pks-anz.org)
INILAH.COM, Jakarta - Untuk menyosialisasikan visi dan misi, PKS akan memanfaatkan momen bulan Ramadan dengan menggelar tarawih keliling. Namun aksi itu dijamin tanpa melakukan sweeping yang dinilai meresahkan masyarakat.
"Kita membuat tarawih keliling. Kita tidak melakukan sweeping atau tindakan-tindakan anarkis yang bisa merugikan dan mengganggu ketenangan masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa," kata Ketua DPW PKS DKI Jakarta Triwisaksana di Tugu Proklamasi, Jakarta, Sabtu (30/8).
PKS, lanjut dia, meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk mematuhi perda-perda yang telah dibuat. Misalnya peraturan jam operasi tempat hiburan malam.
Para caleg, lanjut dia, akan ikut menyosialisasikan visi dan misi partai. Hal ini diserahkan di setiap DPC untuk masalah tempat dan waktu. PKS juga akan selalu bersilaturahmi dengan para tokoh masyarakat seperti ketua RT dan RW untuk memperkuat ukhuwah islamiyah.
"Nanti juga akan dilaksanakan buka puasa bareng anak-anak jalanan serta di terminal dan stasiun. Misalnya di Jakarta Selatan akan dibangun sebuah posko untuk membagi-bagikan makanan," kata Triwisaksana.
Dia tidak memungkiri hal tersebut merupakan bagian dari kampanye, seperti halnya yang dilakukan PKS hari ini dengan menggelar Fun Bike dari Balaikota Depok, Jawa Barat, ke Tugu Proklamasi.
"Nggak dipungkirilah. Tapi kita mendidik dan mengajak. Seperti acara Fun Bike ini untuk mengakrabkan transportasi sepeda di masyarakat. Ini bisa menginspirasi seluruh kader PKS, selain sehat, bisa mengurangi polusi. Pemerintah agar dapat menyediakan jalur khusus sepeda dan penyediaan parkirannya. Kita juga punya program Senam Nusantara yang diadakan di setiap DPW pada akhir pekan," tutur Triwisaksana.[L3]
- Eks Pansus Minta Polri Tak Berpolitik Seperti Pansus
- Peraturan Baru PNS: Bolos Tak Digaji
- Massa PKS 'Longmarch' ke HI
- Polri Harus Minta Pertanggungjawaban Susno
- Sabam Sirait Dukung PKS Bela Palestina
- Atribut Parpol Ramaikan Muktamar
- Susno Langgar Norma Institusi Polri
- 'Laporan Edmon Alihkan Isu '
- 'KPK Harus Selesaikan Kasus Century'
- TK: Kongres PDIP Tinggal Mengesahkan Mega
- Susno Duaji: Saya akan Datang ke Mabes Polri
- Ketua DPR Tolak Tim Pengawas Hasil Pansus
- Sangat Mustahil Indonesia Mau Dijadikan Irak Ke-2
- Koalisi PDIP-PD Tergantung Mood Mega
- Indonesia Harus 'Eksploitasi' Kedatangan Obama
Kurs BI :












