BERITA
INDEKS BERITA
INILAH.COM, Jakarta – Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Anwar Nasution membantah jika dikatakan sakit hati karena tidak terpilih menjadi Gubernur Bank Indonesia. Hal itu diungkapkannya terkait rekaman yang diungkapkan pada sidang terdakwa aliran dana BI mantan anggota DPR Anthony Zeidra Abidin.
Dalam isi rekaman yang dibacakan Maqdir Ismail, pengacara Anthony, Anwar menyalahkan Anthony karena ia kini menjabat sebagai Ketua BPK. “Kalau kau bikin aku di sana (Gubernur BI), dari dulu aku membayarnya, hahaha...,” kata Maqdir menirukan ucapan Anwar, di Pengadilan Tipikor, Jumat (5/9).
Menanggapi hal itu, Anwar mengaku sudah bersyukur menjadi ketua BPK. Sebab, dinilainya lebih tinggi protokolernya dibandingkan Gubernur BI.
“Saya sudah mendapatkan guru besar di Universitas Kyoto dengan gaji lebih tinggi dan dalam bentuk yen,” ujarnya kepada INILAH.COM dan Metro TV, di ruang kerjanya di lantai 9 gedung BPK.
Anwar mengaku tidak ada sakit hati dan sudah menjelaskan hal itu ke Burhanuddin Abdullah dan anggota Anthony pada Juni 2005, sebelum adanya pemilihan Gubernur BI. “Jadi tidak betul saya pemburu kekuasaan,” ujarnya.
Rekaman itu direkam sendiri oleh Anthony secara diam-diam sekitar awal 2006, setelah BPK melaporkan penemuan penyimpangan penggunaan dana YPPI oleh BI Rp 100 miliar kepada KPK. Saat itu Anthony dan Anwar melakukan pertemuan di kantor Anwar di Gedung BPK.
Apakah Anwar balas dendam kepada Anthony? “Dia kan bukan presiden. Pangkat dia kan Wakil Gubernur Jambi, tahu dirilah dia. Saya kaya karena saya adalah konsultan IMF, saya bukan ekonom kampungan,” tukas Anwar. [R2]
[ Kirim ke teman ]