Rabu, 3 Desember 2008
Wawancara - Politik
  WAWANCARA
  INDEKS WAWANCARA
06/09/2008 03:52
Saya Tidak Sakit Hati
Anwar Nasution
Syamsul Hidayat
 
Anwar Nasution
(inilah.com/Abdul Rauf)
 

INILAH.COM, Jakarta – Sidang kasus aliran dana BI masih terus bergulir. Dalam persidangan terdakwa Anthony Zeidra Abidin (AZA) bahkan muncul temuan mengejutkan yang terungkap dalam rekaman pembicaraan Anthony dengan Ketua BPK Anwar Nasution. Inikah babak akhir Anwar Nasution di kasus aliran dana BI?

Sayangnya, Anwar Nasution ketika dikonfirmasi INILAH.COM di kantornya Jumat (5/9) mengaku tidak tahu menahu perihal rekaman yang dimaksud AZA. Bilapun dirinya bertemu dengan AZA, itu terjadi pada akhir 2006 dan dalam konteks bercanda. Apa maksud Anwar Nasution? Berikut ini wawancara lengkapnya:

Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, terungkap dari Anthony Zeidra Abidin adanya rekaman percakapan dengan Anda. Apa itu betul?

Saya belum mendengar rekaman itu, dan saya tidak tahu. Kalau itu betul saya kira mereka tidak etis, karena dia datang bertemu ke kantor pemerintahan untuk bertamu dengan saya, ternyata dengan membawa rekaman tanpa saya tahu dan tanpa seizin saya. Apa yang saya baca di dotkom-dotkom itu dengan kata lain itu adalah bercanda dan itu menjadi bahan yang sangat serius. Ini beda dengan teman-teman wartawan yang bawa rekaman dan kamera dengan sepengatuan saya dan seizin saya.

Saya sudah memberikan toleransi dan solusi. Pertama, kembalikan uang dan kedua, bereskan kembali pembukuan YPPI itu. Batas waktu toleransi itu cukup lama, sama dengan batas waktu toleransi yang diberikan auditor BPK. Itu untuk mendalami persoalan itu. Dan waktu yang saya berikan 1-1,5 tahun. Jika kedua toleransi diselesaikan, maka saya sebagai ketua BPK bisa menulis surat bahwa kerugian negara tidak ada lagi.

Terus saya katakana, saya tidak punya uang. Di BPK itu tidak ada uang sogok. Pernyataan ‘kalau saya punya uang, saya bayar’ itu dalam konteks bercanda sebagai kawan.

Kenapa disebut nama Burhanuddin Abdullah, karena mereka sendiri yang mengatakan bahwa harus diselesaikan oleh Burhanuddin Abdullah sendiri. Maka saya katakan itu bercanda. Dan saya katakan jelas Burhanuddin Abdullah lebih banyak peluang dari pada saya untuk membantu kalian. BPK kan pemeriksa dan tidak ada uang sogok ke sana ke sini.

Orang ini tidak punya etika. Awalnya mau minta bantuan dan nasehat, ternyata bawa tape recorder. Ini beda dengan kau (wartawan), yang bawa kamera dan rekaman dengan sepengetahuan saya.

Saya tidak sakit hati, tidak menjadi Gubernur BI. Saya sudah bersyukur menjadi ketua BPK dan lebih tinggi protokolernya daripada Gubernur BI. Dan saya sudah mendapatkan gelar guru besar di Universitas Kyoto dengan gaji lebih besar dan dalam bentuk Yen.

Tidak ada sakit hati, karena saya sudah jelaskan ke Burhanuddin Abdullah dan anggota DPR itu pada bulan Juni 2005 sebelum adanya pemilihan Gubernur BI. Tidak betul saya pemburu kekuasaan.

Jadi konteks percakapan dengan Anthony Zeidra Abidin itu bercanda?

Ya. Saya tidak punya uang untuk membantu kau membayar itu kembali. Karena kau ini bilang akan diselesaikan oleh Burhanuddin Abdullah, barang kali dia punya kemampuan untuk itu dan saya tidak punya.

Kapan Anda terakhir bertemu dengan Anthony Zeidra Abidin?

Seingat saya pertemuan pertama pada jam 15:30 tanggal 8 Desember 2006 dan pertemuan kedua pada jam 17:30 tanggal 15 Desember 2006. Saya terima dia, karena saya anggap dia teman. Tapi kalau begini, selama saya hidup saya tidak terima orang itu. Dia tidak punya moral.

Apakah Anda melaporkan Anthoni Zeidra Abidin ke KPK, karena motif balas dendam dan karena Anda tidak terpilih menjadi Gubernur BI?

Balas dendam? Dia kan bukan presiden, pangkat dia kan hanya Wakil Gubernur Jambi. Tahu dirilah dia. Saya kaya karena saya adalah konsultan IMF, saya bukan ahli ekonomi kampungan.

Apakah Anda balas dendam dengan Burhanuddin Abdullah?

Pada bulan Mei 2005, saya panggil Burhanuddin Abdullah. Saya katakana kepada Burhan, bereskan semua persoalan itu. Malu kita besok, kau mau menjadi Gubernur BI ‘yang kedua’.

Dan Anthoni Zeidra atau Zebra (hahaha)… Kau ini Wakil Gubernur Jambi dan saya katakan cepat bereskan buku tabungan YPPI dan saya berikan toleransi 1,5 tahun.

Pemutaran rekaman percakapan dipersidangan sudah terjadi, apa langkah Anda berikutnya?

Saya serahkan kepada ahli hukum saya. Apakah boleh orang seperti itu datang ke kantor lembaga negara dengan membawa rekaman tanpa sepengetahunan dan sepertujuan saya? Dengan kelakukan seperti itu, tiap kali orang datang maka saya periksa orang itu bawa senjata atau tidak, bawa tape recorder tidak.

Bagaimana dengan proses hukumnya?

Nanti kita lihat. Saya kira ini menunjukkan moral manusia ini nol, tidak etis. Sudah koruptor, pembohong pula.

Apa betul isi rekaman itu?

Saya belum dengar. Saya tahu dari Kompas.Com.

Apakah ANda bersedia di panggil menjadi saksi di persidangan Tipikor?

Kalau diminta, saya wajib hadir. [P1]

Tags : Aliran Dana BI, YPPI, BPK

BERITA TERKAIT
load in : 0.012354136 "

[ Kirim ke teman ]



Layanan Mobile | RSS | Tentang Kami | Kontak kami
Copyright © 2007-2008 Inilah.com. All rights reserved Inilah.com