BERITA
INDEKS BERITA
![]() | |
| Anthony Zeidra Abidin (inilah.com/subekti) |
INILAH.COM, Jakarta - Terdakwa kasus aliran dana BI Rp 100 miliar, Anthony Zeidra Abidin mengaku memiliki rekaman pembicaraan dengan ketua BPK Anwar Nasution yang berambisi menjadi Gubernur BI. Hal itu dilakukan mantan angota DPR Komisi IX 1999-2004 sebagai antisipasi perlakuan semena-mena Anwar Nasution.
"Rekaman itu bukan untuk menjebak, tapi untuk membela diri dari perlakuan semena-mena Pak Anwar Nasution," kata penasehat hukum Anthony, Maqdir Ismail dalam perbincangan dengan INILAH.COM, di Jakarta, Sabtu (5/9) malam.
Menurut Maqdir, rekaman yang diambil secara sembunyi-sembunyi oleh Anthony saat bertemu di ruang kerja Anwar Nasution pada 2006 lalu sebagai sikap hati-hati yang nantinya bila diperlukan. Anthony merasa bahwa akan ada sesuatu yang tidak beres ketika namanya dicantumkan dalam laporan audit BPK ke KPK.
"Oleh karena itu pak Anthony merekam untuk mengantisipasi perlakuan tidak adil oleh pak Anwar," ungkap Maqdir.
Ketua BPK Anwar nasution saat dikonfirmasi oleh INILAH.COM mengatakan, jika rekaman tersebut benar ada, maka, yang dilakukan itu tidak etis karena datang di kantor pemerintahan dengan membawa rekaman tanpa seizinnya. Selain itu Anwar juga mengatakan bahwa kesanggupannya bisa menutupi uang pengganti adalah sebuah candaan yang dilontarkan pada Anthony.
Maqdir menilai, kalau menurut pak Anwar bahwa lontaran kata-kata itu adalah gurauan itu boleh-boleh saja. Namun, menurutnya hal itu tentu tidaklah pantas dilakukan oleh Anwar Nasution apalagi di kantor pemerintahan seperti di BPK.
"Bagaimana ini bisa gurauan, wong ini menyangkut nasib orang. Yang jelas lontaran Pak Anwar itu menunjukkan bahwa alam bawah sadarnya ingin berkuasa," pungkas Maqdir.[L6]
[ Kirim ke teman ]