Rabu, 3 Desember 2008
Politik - Hukum
  BERITA
  INDEKS BERITA
06/09/2008 10:09
Waduh! Macam Mana Ini Pak Anwar?
Ana Shofiana Syatiri
 
Anwar Nasution
(inilah.com/subekti)
 

INILAH.COM, Jakarta - Anwar Nasution lagi-lagi menjadi sorotan terkait aliran dana BI dari YPPI Rp 100 miliar. Anthony Zeidra Abidin merekam perbincangan mereka diam-diam. Salah satunya, "Kalau kau bikin aku di sana (Gubernur BI), dari dulu aku membayarnya, hahaha..."

Begitulah ceplosan Anwar ketika Anthony datang menghadap minta nasihat. Bercanda, kah? Setidaknya begitu kata Anwar Nasution yang ditemui INILAH.COM, Jumat kemarin.

"Saya katakan itu tidak punya uang dan itu bercanda, karena yang menyelesaikan itu adalah Burhanuddin Abdullah, dan Burhanuddin Abdullah lebih baik karena banyak peluang, saya tidak punya uang sogok ke sana ke sini," kilah Anwar yang terlihat santai.

Terlepas bercanda atau tidak, pengakuan Anthony mengenai Anwar melalui kuasa hukumnya, Maqdir Ismail cukup menghebohkan. Bukan sekali ini Anwar disudutkan oleh orang-orang yang terkait aliran dana BI.

Mantan Deputi BI, Bun Bunan Hutapea menjadi pembuka keterlibatan Anwar Nasution dalam kasus yang dilaporkan Anwar sendiri kepada KPK. Pada persidangan tertanggal 16 Juli 2008, Bun Bunan menyatakan Anwar tidak mengajukan keberatan apapun pada saat rapat dewan gubernur (RDG) 22 Juli 2003.

Bola salju dari pernyataan Bun Bunan pun semakim membesar. Mantan Direktur Hukum BI Oey Hoey Tiong dalam persidangan 13 Agustus 2008 semakin memperjelas keterlibatan Anwar.

"Pada waktu itu di rumahnya saya menjelaskan bagaimana kronologis penggunakan dana yayasan dari bulan April, Maret, dan Juni. Anwar bilang, kau musnahkanlah dokumen-dokumen itu Oey," kata Oey Hoey Tiong dalam kesaksiannya di sidang Burhanuddin Abdullah di Pengadilan Tipikor kala itu. Mantan Kabiro Gubenur BI Rusli Simanjuntak juga mendukung pernyataan Oey tersebut.

Reaksi Anwar ketika dimintai konfirmasi mengenai pernyataan Oey cukup mengejutkan. Dia menyebut Oey dan Rusli dengan 'monyet-monyet'. "Nanti akan saya jawab. Hari Senin saya akan bersaksi atas kesaksian dua monyet-monyet ini," kata Anwar saat ditemui di kantornya pada 20 Agustus 2008.

Perkataan Anwar Nasution itu pun berbuntut panjang. Ketua BPK itu dilaporkan ke polisi oleh pengacara Rusli, OC Kaligis, pada 22 Agustus 2008. Bagaimana tanggapan Anwar? "Ha..ha..ha...Urusan dialah," katanya santai.

Cerita ini pun semakin panas. Ketika mendapat kesempatan duduk di kursi saksi Pengadilan Tipikor, yang dilakukan Anwar hanya membantah pernyataan Rusli dan Oey. "Itu jelas bohong!" Bantah Anwar mengenai perintah memusnahkan dokumen pada persidangan 25 Agustus 2008.

Namun keterangan mantan Deputi Gubernur Senior BI itu dibantah oleh Oey maupun Rusli. "Saya keberatan soal beliau membantah pernah minta musnahkan bukti," ujar Oey dalam tanggapan baliknya

Pada kesempatan itu Anwar juga memberi kejutan. Dia mencabut keterangan dalam kesaksiannya dalam sidang terdakwa mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah pada 23 Juli 2008 yang menyebutkan Oey dan Rusli minta agar hasil audit BPK 'diperbaiki'.

Pencabutan yang dilakukan Anwar saat anggota majelis hakim I Made Hendra Kusuma mengkonfirmasi keterangan Anwar dalam berita acara pemeriksaan (BAP) No 29 yang menerangkan kedua terdakwa minta hasil pemeriksaan BPK atas laporan keuangan BI di-depoonering alias tak diumumkan ke publik.

"Terus terang, tidak sejauh itu mereka minta," jawab Anwar menjawab desakan I Made Hendra.

Ketika I Made menanyakan mengapa Anwar mengakui hal yang tidak benar di depan penyidik KPK, dengan enteng dia menjawab, "nggak tahulah."

Meski panasnya suhu kasus aliran dana BI yang menyengat Anwar Nasution sempat menurut, namun itu tidak berlangsung lama. Yang terbaru, ya pengakuan Anthony Zeidra dalam persidangan Pengadilan Tipikor, Jumat 5 September kemarin. Anthony mengaku merekam diam-diam perbincangan dengan Anwar. Di antaranya:

Anwar: Aku ini Ketua BPK. Tidak ada lagi kemampuan aku mencari dana sebesar itu. Kalau aku jadi Gubernur BI, kau bikin, selesai bagian penggantinya. Sekarang kau bikin si Burhanuddin (Burhanuddin Abdullah) gubernur. Sekarang mati kau. Hahaha...

Anwar: Salah kau dulu, kenapa kau bikin aku di sini (Ketua BPK). Kalau kau bikin aku di sana (Gubernur BI), dari dulu aku membayarnya, hahaha...

Anwar: Maka itu dia (Burhan) punya cara untuk menyelesaikan itu. Paling kasar dia peras China-China lalu sumbang sana sumbang sini.

Benar ada atau tidaknya rekaman itu, hanya Anthony dan seterunya yang tahu. Anwar mengaku tidak tahu dan tidak pernah mendengar. Yang dia komentari hanya ketidaketisan Anthony. Datang ke lembaga pemerintahan yang dipimpin Anwar, diam-diam merekam. Macam mana ini Pak Anwar?[L8]

Tags : aliran dana bi

BERITA TERKAIT
load in : 0.006143093 "

[ Kirim ke teman ]



Layanan Mobile | RSS | Tentang Kami | Kontak kami
Copyright © 2007-2008 Inilah.com. All rights reserved Inilah.com