Rabu, 3 Desember 2008
Politik - Hukum
  BERITA
  INDEKS BERITA
06/09/2008 11:13
'Anwar Nasution Bukan Mr Clean'
Samsul Maarif
 
Anwar Nasution
(inilah.com/Subkhan)
 

INILAH.COM, Jakarta - Anwar Nasution memang menjadi orang yang melaporkan adanya kejanggalan dalam keuangan BI. Namun sandungan demi sandungan yang didapat Ketua BPK itu menandakan dia bukan Mr Clean.

"Dari awal masyarakat tahunya Ketua BPK yang membongkar kasus ini dengan cepat mendapat dukungan seolah-olah sosok yang bersih. Namun setelah perkembangan, kita dan rakyat mengerti persepsi kita terhadap dia ternyata keliru. Ini tidak bisa dikatakan Anwar Nasution itu clean," kata Pengamat Hukum UI Mas Achmad Santoso kepada INILAH.COM, Jakarta, Sabtu (5/9).

Santoso menilai Anwar juga harus ikut bertanggungjawab mengenai aliran dana BI ke sejumlah anggota DPR dan 5 mantan petinggi yang kena masalah hukum. Sebab kasus ini bersifat kolektif. Keterangan Oey Hoey Tiong dan Rusli Simanjuntak di Pengadilan Tipikor juga memaparkan peranan Anwar sangat besar dalam pengeluaran dana tersebut.

Sudah begitu, lanjut Santoso, Anwar sama sekali tidak menghargai lembaga terhormat yang dipimpinnya. Semisal cercaan buat Oey dan Rusli yang menyeret nama dia di Pengadilan Tipikor.

"Kayak bilang monyet segala itu apa? Anwar bilang dia tidak menyuruh Rusli dan OHT tapi nyatanya dari pengakuan keduanya malah sebaliknya. Nah sekarang itu kan ini sudah 2:1. Artinya dia harus bertanggung jawab terhadap penggelontoran uang tersebut. Karena jumlahnya itu sangat besar sekali dan dia harus bertanggung jawab karena dia ikut bertandatangan dan ini sifatnya kolektif," beber dia.

Santosa mengharapkan KPK segera menuntaskan kasus ini secara independen tanpa pandang bulu. Termasuk menetapkan status sebagian orang yang belum dinyatakan sebagai tersangka walupun sudah bisa ditetapkan statusnya.

Kembali mengkritik Anwar, Santoso menjelaskan sebagai Ketua BPK dia harusnya bisa menunjukkan sifat kenegarawanan dan kematangan seorang senior. Namun itu tidak terlihat saat Anwar tersengat aliran dana BI.

"Ini menandakan unsur senioritas, umur, pengalaman tidak menjamin kematangan seseorang. Artinya tingkat inteligensi dan emosi tidak bisa memanajemen terhadap tekanan-tekanan yang bertubi-tubi ini tidak bagus. Tapi menurut saya jelas ini harus dipastikan dan terlepas balas dendam atau tidak jelas dia terlibat dalam kasus ini dan harus bertanggung jawab," tuturnya.[L8]

Tags : aliran dana bi

BERITA TERKAIT
load in : 0.009259939 "

[ Kirim ke teman ]



Layanan Mobile | RSS | Tentang Kami | Kontak kami
Copyright © 2007-2008 Inilah.com. All rights reserved Inilah.com