BERITA
INDEKS BERITA
![]() | |
| Anwar Ibrahim (inilah.com/subekti) |
INILAH.COM, Jakarta - Tokoh oposisi Malaysia Anwar Ibrahim menganggap angin lalu pernyataan mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad yang terkesan melecehkan dirinya.
Sebelumnya Mahathir menyebut Abdullah Ahmad Badawi bukan tandingan bagi Anwar Ibrahim. Namun, Anwar tak terlalu mempedulikan pernyataan itu dan menganggap itu sebagai angin lalu.
"Pak Mahathir jangan diganggu, dia pun sudah uzur dan sudah tua," kata Anwar dalam jumpa pers usai pertemuan silaturahmi dengan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Menara Bank Mega, Jakarta, Sabtu (6/9).
Menurut Anwar, munculnya kasus-kasus yang lebih menyudutkan dirinya, dinilainya sebagai manuver yang disiapkan lawannya untuk menjatuhkan dirinya pada pemilihan umum mendatang. Meski itu tidak bisa dibuktikan secara hukum.
"Itu rencana mereka termasuk kasus yang terakhir, saya tidak pedulikan itu semua. Itu suatu cara yang kotor, jahat dan memang tidak dapat dipertahankan berdasarkan fakta dan hukum, itu mustahil atau impossible," ujarnya.
Meski demikian, Anwar tetap optimistis dirinya dapat terus maju sebagai pesaing kuat Badawi. Berbagai agenda reformasi telah disiapkannya, yaitu dengan lebih mengedepankan demokrasi untuk keadilan rakyat Malaysia.
Ketika ditanya apa yang akan dilakukan jika dirinya jika terpilih sebagai pemenang pemilu pada 16 September nanti, Anwar hanya menjawab ia akan sujud syukur.
Anwar menegaskan bahwa jika ia terpilih sebagai PM Malaysia yang baru, ia akan belajar pada Indonesia ketika di bawah pemerintahan BJ Habibie, yaitu ia akan membebaskan tahanan politik dan menurunkan harga BBM.[L2]
[ Kirim ke teman ]