BERITA
INDEKS BERITA
![]() | |
| Presiden SBY (inilah.com/abdul rauf) |
INILAH.COM, Jakarta – Saat memberikan ceramah menjelang berbuka puasa di kediaman Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Ginandjar Kartasasmita, Minggu (7/9), Quraisy Shihab menyindir secara halus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Menurutnya, pemimpin yang cerdas harus bisa menata emosinya sehingga bisa menahan amarahnya. Mendengar sindiran tersebut, tamu yang hadir di rumah Ginandjar di Jl Widya Chandra V, Jakarta Pusat, itu sontak terbahak. Presiden SBY dan Wapres Jusuf Kalla yang ikut hadir, juga tampak tersenyum simpul sembari mengangguk-angguk.
“Kalau marah jangan langsung marah. Orang yang cerdas bisa menahan dan mengatur amarahnya,” ujar Quraisy.
Quraisy menyebutkan, seorang pemimpin dikatakan gagal apabila masyarakat tidak mengikutinya. Sebagaimana contoh kisah Nabi Nuh yang telah memimpin umatnya selama 950 tahun.
Tampak pengamanan di dalam maupun di lingkungan sekitar rumah Ginandjar dijaga ketat oleh Paspampres dan polisi. Di pekarangan rumah itu berdiri tenda besar berselimut kain putih dengan deretan kursi untuk tamu. Meja panjang menaruh makanan dan minuman.
Sabtu (6/9), kemarin Presiden berbuka puasa di rumah Ketua DPR Agung Laksono. SBY tiba di rumah dinas Ginandjar sekira pukul 16.40 WIB. Kepala Negara mengenakan kemeja panjang warna hijau. Tampak duduk di sampingnya, Wapres Kalla yang memakai kemeja batik warna coklat, dan Ginandjar yang mengenakan batik warna senada.
Turut hadir pimpinan dan anggota DPD, serta sejumlah menteri kabinet seperti Menko Polhukam Widodo AS, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, Mendagri Mardiyanto, serta Gubernur DKI Fauzi Bowo.[L5]
[ Kirim ke teman ]