BERITA
INDEKS BERITA
INILAH.COM, Purworejo - PT Sarana Harapan Indopangan (SHI) yang menjadi investor itikad baik untuk menyelesaikan kasus gagal panen padi Supertoy HL-2 di Desa Grabag, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, dengan mengirim surat kepada Kepala Desa Grabag, Gandung Sumriyadi.
"Saya sudah terima surat tanggapan dari SHI atas tuntutan petani, hari ini (Minggu, 7/9) saya terima surat itu," kata Kades Grabag, Gandung Sumriyadi di Purworejo.
Ia menjelaskan, surat SHI tertanggal 5 September 2008 yang ditandatangani Chief Executive Officer PT SHI, Iswahyudi, itu intinya meminta kiriman daftar nama petani yang lahannya masih ditanami Supertoy yakni seluas 96,32 hektare, yang gagal panen saat "singgang".
Uji coba penanaman Supertoy yang dimulai Januari 2008 di desa itu semula seluas 103,01 hektare. Total luas lahan persawahan di desa bagian selatan Purworejo itu sekitar 197 hektare.
Padi Supertoy dipromosikan sekali tanam bisa tiga kali panen dengan total produksi diperkirakan mencapai 14,7 ton gabah kering panen (GKP) per hektare. Namun saat panen perdana, April-Mei 2008 hanya sekitar 3,5 ton GKP per hektare
Kini, katanya, areal padi Supertoy tinggal sekitar 96,32 hektare karena sejumlah petani beralih menanam padi IR setelah gagal panen perdana yang pada 17 April 2008 dilakukan secara simbolis oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi sejumlah menteri.
"Saya tidak menghitung daftar nama petaninya, daftar sudah ada, dari orang-orang SHI yang di sini, tinggal dipotong yang ditanami IR, yang jelas daftarnya sudah dikirim melalui faksimile hari ini (7/9)," katanya.
Pada tanggal 4 September 2008, katanya, pemerintah desa setempat mengirimkan surat tuntutan ganti rugi sekitar Rp1,65 miliar kepada SHI karena gagal panen supertoy. Ia mengatakan, para petani kini menunggu realisasi ganti rugi.
"Petani itu orang desa, kini tinggal menunggu secepatnya realisasi, sudah ada itikad baik SHI, kalau ada kejelasan maka mereka tenteram," pungkas Gandung.[*/L6]
[ Kirim ke teman ]