BERITA
INDEKS BERITA
INILAH.COM, Pekanbaru - Warga Pekanbaru dihebohkan beredarnya layanan pesan singkat (SMS) melalui telepon selular yang berisi ajakan tidak menggunakan hak pilih (golput) di Pilkada Riau 2008.
"Pilihan untuk golput adalah kesadaran pribadi. Saya rasa maraknya SMS golput tidak akan berpengaruh di masyarakat," ujar Beny Koordinator Red Post Institute, di Pekanbaru, Minggu (7/9).
Pengirim pesan singkat itu mengaku dari Golput Center. Pesan tersebut berisi imbauan kepada warga agar lebih baik golput apabila masih ragu dengan pasangan cagub yang sedang bersaing di Pilkada Riau.
Ia menjelaskan, kecenderungan warga tidak menggunakan hak pilih di negara yang berada pada masa transisi demokrasi seperti Indonesia lebih banyak karena penilaian pesimistis kepada pemimpin yang ada saat ini.
Kondisi tersebut sudah terjadi pada pilkada di sejumlah daerah seperti di Jawa Tengah dengan angka golput 30-40%. "Penilaian yang berkembang adalah siapa pun pemimpin yang maju tidak akan mampu membawa perubahan yang lebih baik," katanya.
Namun, Andi menilai, tingginya angka golput masih bisa diperdebatkan. Apakah benar seluruh pemilih golput itu murni tidak ingin menggunakan hak politik mereka, atau ada pemicu lainnya.
Pasalnya, kondisi tersebut bisa jadi adalah akumulasi dari orang-orang yang murni memiliki kesadaran untuk tidak ingin memilih, ingin tapi tidak terdaftar sebagai pemilih, atau bisa juga hanya sekedar malas pergi ke TPS.
Pilkada Riau kini memasuki masa kampanye yang berlangsung sejak tanggal 5-18 September. Sedangkan hari pencoblosan dijadwalkan pada 22 September mendatang.[*/L5]
[ Kirim ke teman ]