

INILAH.COM, Jakarta - Para ulama masih belum satu pandangan mengenai fatwa yang mengharamkan rokok. Untuk itu, Majelis Ulama Indonesia akan melakukan pendalaman dalam menyikapi pandangan-pandangan ulama yang berbeda itu.
"Bagaimana mengkompromikan pendapat-pendapat ulama yang bertentangan itu. Ini menjadi sesuatu yang kita buat satu kajian yang mendalam," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Ma'ruf Amin di sela-sela peluncuran bukunya yang berjudul Fatwa Dalam Sistem Hukum Islam, di Hotel Millenium, Jakarta, Rabu (10/9).
Ma'ruf berharap, berharap pada November 2008, pandangan ulama yang berbeda tersebut dapat mencapai titik temu."Mungkin nanti forumnya ijtima' ulama seluruh Indonesia," katanya.
MUI, lanjut Ma'ruf, berharap keputusan yang diambil merupakan kompromi dari dua pendapat ulama yang berbeda. "Fatwanya harus merupakan kompromi, sehingga tidak terjadi kontroversi. Itu yang kita cari,"pungkasnya. [R2]
- Menag: Ponpes Bukan Penyuplai Teroris
- Ical: Tahun Belakangnya 4, Golkar Nomor 1
- Ical: Bagus PDIP Masuk Koalisi
- Marzuki Alie Siap Jadi Ketum Demokrat
- Politik Pencitraan Istana Tertunda
- Jaja Dimakamkan di Lebak Hari Ini
- Ical Beri Bantuan Hukum Buat 12 Kader Golkar
- Muhammadiyah Hentikan Kerja Sama dengan Asing
- Polri Masih Kesulitan Tersangkakan Misbakhun
- Marzuki Ali: Asy'ad Syam Kesalahan Teknis
- Susno: Telepon Saya Disadap!
- Max: Cek Miranda Untuk Biaya Kampanye Pilpres Mega
- Raja Erizman Punya Bukti Markus Sering Temui Susno
- TK Maklumi Obama Tunda ke Indonesia
- Polri: Susno Sering Tak Konsisten
Kurs BI :












