
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12841.4
INILAH.COM, Washington – Siapa yang menyangka jika negara semaju Amerika Serikat, buta huruf masih menjadi masalah yang masih harus diatasi. Namun, berdasarkan laporan terakhir Departemen Pendidikan AS, sekitar 14% orang dewasa mereka ternyata tak bisa membaca.
Berdasarkan statistik yang dilansir AP, Minggu (11/1), sekitar 32 juta orang dewasa AS tak memiliki ketrampilan pemahaman huruf. Artinya, mereka tak bisa membaca suratkabar maupun instruksi yang tertera di botol obat.
"Krisis buta warna ini bahkan semakin parah, sebab itulah investasi dan program pendidikan sangat penting," kata presiden dan CEO ProLiteracy, David C Harvey yang bertanggung jawab terhadap statistik itu.
Hal itu juga menyebabkan lebih dari sejuta orang kehilangan pekerjaan pada 2008 dan angka pengangguran mencapai yang tertinggi selama 16 tahun belakangan. Dalam studi itu, Harvey juga menyampaikan bahwa sejumlah besar pengangguran adalah masyarakat yang tidak memiliki skill.
"Setiap hari mereka berjuang dengan tugas-tugas sederhana seperti membaca, menulis, dan berhitung" paparnya.
Ia juga paham bahwa pemerintahan Presiden AS terpilih Barack Hussein Obama memiliki paket stimulus yang besar. Namun, ia berpendapat paket itu tak akan bermanfaat besar jika banyak orang dewasa yang masih belum menguasai ketrampilan dasar itu.
Dalam hitungan ProLiteracy, setiap tahunnya pemerintah rugi sekitar US$ 60 miliar oleh produktivitas yang terhambat akibat buta huruf. Sementara mereka yang tak memiliki ketrampilan dasar, sebagian besar adalah warga tak mampu.
Lembaga ini juga mencatat jumlah penderita buta huruf lainnya. Di antaranya adalah 63% narapidana AS, 774 juta orang di seluruh dunia, dan sepertiganya adalah perempuan. Kota di AS dengan jumlah buta huruf yang paling sedikit adalah Minneapolis dan Seattle.[vin/nuz]
- Teken Kontrak Takkan Pakai
- Sst! Hitler Doyan Minum Viagra
- Reading, Kota dengan Bahasa Terbanyak
- PM Australia: Kami Bukan Bangsa Rasis!
- Yes! Korut Akhirnya Ingin Bebas Nuklir
- Tangkap Mantan Capres, Sri Lanka Dikecam
- MA Israel Dukung Penyelidikan Perang Gaza
- Sri Lanka Tangkap Mantan Capres
- RI Himbau Qatar Soal Perlindungan HAM
- 8.000 Perempuan di Kongo Diperkosa
- Pengedar Uang Palsu di Semarang Diringkus Polisi
- Iran Bangun 10 Pabrik Pengayaan Uranium
- China Desak Korut Rundingkan Nuklir
- Presiden Perempuan Pertama Kosta Rika
- PBNU Sambut Kedatangan Obama












