

(inilah.com/ Raya Abdullah)
INILAH.COM, Jakarta – Wakil Ketua MPR AM Fatwa sangat berharap perang dingin antara Megawati Soakernoputri dengan Susilo Bambang Yudhoyono segera berakhir. Baik Mega atau SBY, harus melihat kepada gaya berpolitik elegan mantan Presiden BJ Habibie.
"Kalau dibilang mencontoh, nanti beliau (SBY dan Mega) tidak enak. Intinya, kalau pertemuan itu terjadi tentu sesuatu yang sangat surprise. Luar biasa," ucapnya, saat berbincang dengan INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (15/3).
Habibie, menurut Fatwa, adalah salah satu presiden yang masih berhubungan secara elegan dengan penguasa Orde Baru Soeharto. Jadi, lanjutnya, tidak perlu menyimpan persoalan lama, karena pengaruhnya sangat besar terhadap dinamika perpolitikan.
"Melupakan tidak perlu, tapi setidaknya memaafkan itu perlu. Perintah agama itu justru bukan minta maaf, tapi memaafkan," kata anggota Majelis Pertimbangan Partai PAN ini.
Kedua pihak, diminta Fatwa sama-sama mengambil inisiatif. Misalnya, SBY harus mengalah dan mengundang Megawati. Namun, apabila Megawati tidak berkenan hadir, maka jangan dianggap sebagai penghinaan. "Bertemu bicara saja kok tidak bisa? Ini keterlaluan," pungkasnya. [ikl/nuz]
- Pimpinan KPK Terbelah Soal Century?
- Pasar Senen Terbakar, 28 Damkar Dikerahkan
- Dulmatin Terendus Sejak Ikut Pengajian Tanah Abang
- Tjahjo dan Panda Akan Dilaporkan ICW ke BK DPR
- JK: Mahasiswa dan Polisi Makassar Sama-sama Salah
- Perawani ABG SMA, Pria Beristri Dibekuk Buser
- Pramono: PDIP Harus Kritisi Kebijakan Pemerintah
- Densus 88 Dikabarkan Sergap 1 Teroris di Solo
- Polisi Ternyata Tak berhasil Tangkap 'Dokter' Fauzi
- Polri Rekomendasikan Istri Polisi Tewas Jadi PNS
- Disayangkan SBY Umumkan Dulmatin di Australia
- Misbakhun: Saya Tidak Merasa Jadi Korban
- SBY-isme Bakal Pudar di 2014
- Jenazah Dulmatin Dikubur di TPU Pemalang
- Rumah Kos Pamulang Jadi Pilihan Teroris?
Kurs BI :












