
INILAH.COM, Pekanbaru - Meski pengerjaan jalan di area longsor di jalan lintas Riau-Sumbar di Km 78, 80 dan 65 memasuki hari ketiga, namun upaya pembersihan jalam yang tertimbun longsor belum juga usai. Arus lalu lintas pun terpaksa menggunakan sistem buka tutup.
Hal itu dikatakan Kapolres Kampar AKBP Muhammad Zainul Mutaqin kepada INILAH.COM di Pekanbaru, Kamis (2/7). Menurut dia, sistem buka tutup itu diberlakukan untuk memberi waktu bagi petugas untuk membersihkan batu-batu yang menimbun badan jalan.
"Sistem buka tutup itu kita berlakukan untuk keselamatan pengguna kendaraan serta mempercepat proses pengerjaan pembersihan jalan. Jadi beberapa jam dibuka, kemudian selanjutnya ditutup kembali, dan pengendara dianjurkan untuk menggunaan akses jalan lain," kata Mutaqin.
Namun, katanya, tidak semua kendaraan bisa melewati jalur longsor. Khusus kendaraan berat yakni di atas 5 ton harus tetap mengunakan akses jalan yang dialihkan seperti ke Siak Hulu, Kiliran Jao, walau memang akan memakan waktu lebih lama untuk sampai ke tujuan.
Mutaqin menjelaskan, sistem buka tutup ini akan diberlakukan hingga sampai batas waktu yang belum ditentukan. Karena hingga saat ini pihak Dinas Pekerjaan Umum masih mengupayakan pembersihan badan jalan dari reruntuhan longsoran batu.
"Kita juga meminta agar Dinas PU memberingatan tanda peringatan di lokasi longsor seperti police line, atau bacaan yang menandakan hati-hati. Ini kita maksudkan untuk mengantisipasi akan adanya kecelakaan lalu lintas," pungkasnya.
Selain masalah jalan longsor, Mutaqin juga mengingatkan akan adanya peningkatan harga kebutuhan pokok masyarakat seperti beras, cabai, minyak goreng dan lainya akan mengalami peningkatan harga. Karena memang ongkos angkut dari satu daerah ke daeah lain akan naik yang diakibatkan kendaraan harus memutar dan memakan waktu lama. "Dengan kejadian itu secara otomatis mungkin kebutuhan sembako akan naik dengan sendirinya," katanya.
Longsor di jalan lintas Riau Sumbar itu terjadi pada 30 Juni lalu di Desa Rantau Berangin, Kecamatan Bangkinang Barat, Kabupaten. Longsor ini terjadi di dua titik yakni Km 65 dan Km 78 sampai 80. Longor ini diakibatkan hujan lebat. [sss]
- Foto Mesum Oknum PNS Beredar di Cilacap
- Dua Siswi SMA Hamil tak Bisa Ikut Ujian Negara
- Perahu Terbalik di Suramadu, 1 Orang Tewas
- Foto Polwan Bugil Muncul di Facebook
- BMW Ditabrak Galant, Ditabrak Bajaj, 1 Luka
- Pagi Ini, Kader PKS se-Indonesia Demo
- Berenang di Sungai, Zakaria Dililit Ular Piton, Mati
- Setelah 3 Tewas Terpanggang, Pabrik Swallow Terbakar Lagi
- Polisi Buru Teroris, Dokter & Perawat RS Aceh Mogok
- 20 Orang Pesta Miras, 4 Tewas
- Sidang Diskors, Terdakwa Korupsi Meninggal
- Ebet Kadarusman Tutup Usia
- Sepasang Pegawai Depag Padang Dipecat
- Dua Pegawai Depag Mesum di Kantor, Ditangkap
- Kandidat Independen Pilbup: Rp 500 Juta untuk KTP
Kurs BI :












