

(ist)
INILAH.COM, Jakarta - JK langsung menohok SBY saat awal debat capres final mengenai iklan gerakan satu putaran (gestapu) yang dinilai sangat tidak demokratis. SBY berkilah iklan itu bukan dari timkamnasnya. Namun jawaban itu dinilai merugikan SBY sendiri.
"Kesan yang timbul itu merugikan SBY. Ini dampaknya bisa dianggap pembohongan, jadi siapa yang benar," kata pengamat politik dan sosiolog UI Imam B Prasodjo saat berbincang dengan INILAH.COM di Jakarta, Jumat (3/7).
Sindiran JK soal iklan gestapu kubu SBY, menurut Imam, merupakan isu yang strategis dimanfaatkan JK. Apalagi jawaban SBY kurang kuat.
"Tapi bisa jadi juga jawaban JK selanjutnya bahwa iklan itu ilegal bisa menimbulkan kesan bahwa dia juga berpartisipasi," ujar Imam.
JK saat menyampaikan visi dan misi dalam debat capres final berterus terang kepada SBY bahwa iklan gestapu demi menghemat anggaran telah mengganggu cita rasa demokrasi yang sesungguhnya. Sebab demokrasi tidak dinilai dengan uang, melainkan program dan kekokohan bangsa. Demokrasi harus ditegakkan dengan cara yang demokratis.
Lalu pada sesi tanya jawab, SBY menyampaikan kepada JK bahwa iklan itu bukanlah milik timkamnasnya. JK kemudian berterima kasih kepada SBY menyatakan iklan itu ilegal, lalu SBY manggut-manggut. [ikl/sss]
- TK Tegaskan Koalisi Pasca-Kongres PDIP
- Menag: Ponpes Bukan Penyuplai Teroris
- Ical: Tahun Belakangnya 4, Golkar Nomor 1
- Ical: Bagus PDIP Masuk Koalisi
- Marzuki Alie Siap Jadi Ketum Demokrat
- Politik Pencitraan Istana Tertunda
- Jaja Dimakamkan di Lebak Hari Ini
- Ical Beri Bantuan Hukum Buat 12 Kader Golkar
- Muhammadiyah Hentikan Kerja Sama dengan Asing
- Polri Masih Kesulitan Tersangkakan Misbakhun
- Marzuki Ali: Asy'ad Syam Kesalahan Teknis
- Susno: Telepon Saya Disadap!
- Max: Cek Miranda Untuk Biaya Kampanye Pilpres Mega
- Raja Erizman Punya Bukti Markus Sering Temui Susno
- TK Maklumi Obama Tunda ke Indonesia
Kurs BI :












