

(inilah.com)
INILAH.COM, Surabaya - Gus Dur membebaskan kadernya untuk memilih capres mana pun. DKW Garda Bangsa Pro Gus Dur Jawa Timur mengikuti jejak Muhaimin Iskandar, merapat ke kubu SBY-Boediono.
"Sikap kami sesuai instruksi DPW PKB Pro Gus Dur Jatim yang mendukung penuh SBY-Boediono," kata Ketua DKW Garda Bangsa Pro-Gus Dur Jatim, Achmad Arizal, usai memimpin apel siaga Garda Bangsa dan Banser di Jalan Raya Darmo, Surabaya, Sabtu (4/7).
Menurut dia, sikap mendukung salah satu pasangan capres-caapres itu bukan sebagai bentuk pembangkangan terhadap Gus Dur yang sampai sekarang tidak mendukung salah satu pasangan calon.
"Gus Dur tidak melarang PKB atau Garda Bangsa mendukung salah satu pasangan calon. Kalau Garda Bangsa Pro Gus Dur Jawa Barat mendukung pasangan Mega-Pro, kami punya sikap sendiri dengan mengarahkan dukungan terhadap SBY-Boediono," ujarnya.
Arizal juga menegaskan, sikapnya itu juga tidak berseberangan dengan DKN Garda Bangsa yang dalam Pemilu Legislatif 2009 mendukung Partai Gerindra pimpinan Prabowo Subianto, yang saat ini menjadi cawapres mendampingi Capres Megawati Sukarnoputri.
"Kami sudah mencermati isi MoU antara DKN Garda Bangsa dengan Gerindra. MoU itu ternyata hanya berlaku efektif pada saat pemilu legislatif, tidak pada saat pemilu presiden," terangnya.
Dukungan terhadap pasangan SBY-Boediono itu diwujudkan dengan menerjunkan tim relawan untuk menggalang dukungan hingga tingkat ranting.
"Selain itu, kami juga akan menerjunkan tiga anggota Garda Bangsa di setiap TPS dalam pemilu presiden, 8 Juli mendatang," katanya menambahkan. Kendati mendukung SBY-Boediono, DKW Garda Bangsa Pro-Gus Dur tetap menolak kepemimpinan Muhaimin Iskandar di PKB. [beritajatim.com/ana]
- 2 Orang Dikabarkan Tewas
- 2 Jenazah Pengawal Dulmatin Terlantar di RS Polri
- Dar Der Dor...Polisi Baku Tembak dengan Teroris di Aceh Besar
- Inilah 6 Titik Lokasi Latgab TNI-Polri
- Pengamanan Obama Lebih Heboh Dari Bush
- Komisi I DPR: RI Mampu Swasembada Pistol
- Keluarga: Dulmatin Bukan Teroris Tapi Mujahid
- Boediono Akan Jemput SBY di Halim Pukul 15.00
- DPR Salah Tembak Boikot Sri Mulyani
- Dilema DPR Boikot Sri Mulyani
- Presiden SBY Temui PM Papua Nugini
- Jenazah Dulmatin Sudah Dikubur
- Polri Bantah Tembak Mati 3 Teroris
- Ibas Jadi Wapres, Guyonan Politik Sindir SBY
- FPI: Tobatlah Tifatul!
Kurs BI :












