
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 US Dollar = Rp.9008

(inilah.com /Dokumen)
INILAH.COM, Jakarta - Kerugian akibat kemacetan lalu lintas di Jakarta tahun ini mencapai Rp 17,2 triliun. Bila tahun 2020 Pemda DKI Tidak melakukan apa-apa kerugian bisa mencapai Rp 68 T.
Dalam diskusi soal kemacetan lalu lintas, Kabid Manajemen dan Rekayasa Lalu lintas Dishub DKI Jakarta Muhammad Akbar menjelaskan, sebenarnya kapasitas jalanan yang ada di Jakarta hanya bisa menampung 1 juta kendaraan setiap hari. Nyatanya kendaraan yang keliaran di Ibukota negara ini hampir 1,5 juta. Ada sisa 500 tibu kendaraan. Belum lagi yang datang dari Bodetakbek yang jumlahnya juga cukup banyak.
“Inilah yang membuat Jakarta macet. Jika hanya satu jutaan mobil berkeliaran di jalanan, Jakarta belum macet,”ujarnya
Untuk menanggulangi kemacetan itu ada tiga program utama yang akan dilakukan Pemda DKI yaitu angkutan massal, pembatasan lalu lintas (3 in 1) dan menambah kapasitas jalan.
Menurut Muhamad Akbar, yang mungkin paling bisa dilakukan adalah mengembangkan angkutan massal di Jakarta.”Jika angkutan umum menyenangkan, tentu akan banyak pemilik kendaraan pribadi beralih ke angkutan umum,”ujarnya sambil menyebutkan di Jakarta, kendaraan pribadi yang keliaran tiap hari hampir 98 persen ,padahal hanya mengangkut 48 persen penumpang.
Salah satu yang paling mudah diterapkan adalah busway. Meski rapotnya masih merah kata Muhamad Akbar, ada trend penumpang busway tiap tahun meningkat.
Data yang ada di Dishub DKI, yaitu tahun 2007 penumpang busway 61,3 juta orang meningkat tajam pada 2008 jadi 74,6 juta orang. Bahkan Koridor I, jurusan Blok M-Kota ada 14 persen pemilik kendaraan pribadi beralih ke busway.
Malah kata Muhamad Abubakar, belakangan ini di Ragunan dan di Departemen Pertanian parkir semakin penuh pada jam sibuk, terutama pada pagi hari. Ternyata mereka itu adalah penumpang busway yang datang dari Depok dan melanjutkan perjalanan dengan Busway.
“Selain di Ragunan sekarang juga ada di mesjid Agung Al Azhar, di mana banyak penumpang busway yang akan melanjutkan perjalanan ke arah kota memarkir mobil di sana dan lalu naik busway, misalnya mau ke Glodok,”ujarnya.
Pemda menerapkan busway ini banyak alasannya, yaitu harga lebih murah, bisa diterapkan oleh Pemda tidak harus bekerja sama dengan pemerintah pusat dan busway ini untuk melatih penumpang agar tertib. “Ini bermanfaat nanti jika Jakarta sudah ada subway, monorel dan angkutan massal lainnya,”tegasnya.
Jadi katanya jika tidak ada perbaikan dari Pemda, ada kemungkinan pada tahun 2014 nanti Jakarta sudah stag. Keluar dari garasi rumah aja sudah macet. (wdh)
- Ramai-ramai Warga Gadaikan BPKB Motor
- Haram! Mengerahkan Anak Jadi Pengemis
- Subang Terjunkan 1.500 Personel Gabungan
- Petugas Medis Pengungsi Sinabung Kewalahan
- Pengungsi Sinabung Terserang Stroke
- Dalam Dua Pekan 3 TKI Asal Ponorogo Pulang Nama
- TKW Asal Ponorogo Tewas Misterius di Hongkong
- Arkeolog Evakuasi Kerangka Manusia Prasejarah
- Bergemuruh, Sinabung Meletus Lagi!
- Penyebar Video Mesum 'Guru Ngaji' Pelaku Sendiri
- Pengiriman Uang TKI di Malaysia Meningkat
- Pertamina Siapkan 48 Ribu Kilo Liter Stok Premium
- Waduh, Polisi Ciduk Polisi
- Ketua Adat Buol Minta Kapolda Sulteng Dicopot
- Lebaran, Suramadu Dijaga Ketat











