Minggu, 21 Maret 2010
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI : 1 Euro = Rp.12429.6
 
Selamat Pagi Indonesia
 
26/06/2009 - 09:47
JK, Bintang dari Timur

HARUS kita akui, Jusuf Kalla memainkan peran dengan cermat dan cerdik sehingga menjadi 'bintang' dalam perdebatan calon presiden, Kamis (25/6) malam. Peneliti LSI menilai JK adalah capres terbaik dalam penampilan debat capres itu.

Skor untuk para capres dalam debat malam tadi, menurut Burhanudin Muhtadi dari LSI, adalah Mega 4, SBY 7, dan JK 8,5. Angka ini merupakan penilaian LSI.

Debat capres kedua dinilai jauh lebih seru ketimbang debat capres pertama. Suasana debat lebih cair, panas dan dibumbui pertarungan sengit antarcapres. Namun, hanya JK yang dianggap menjadi bintang dalam panggung debat kedua itu. JK seakan menjadi bintang dari Indonesia Timur yang mencorong ke Jakarta dan seluruh Tanah Air.

Harus kita akui bahwa JK menjadi bintang debat pada Kamis (25/6) malam itu. Tidaklah mengada-ada. Karena gagasannya orisinil, argumentatif dan berani berbeda.

Sementara penampilan SBY dan Mega standar saja. Dalam debat yang diselenggarakan di studio Metro TV itu, pertarungan sengit hanya terjadi antara SBY dan JK. Sedangkan Mega tampak hanya seperti menjadi kandidat biasa yang normatif.

Mega harus belajar banyak, sebab artikulasi dan uraiannya bersifat normatif, dan datar serta kurang menarik.

Adapun SBY memang sistematis, namun pengulangan belaka dan bersifat diktat seperti guru yang pintar menghafal, tanpa interpretasi dan analisis yang aktual.

Meski SBY masih artikulatif dan bisa meladeni serangan JK, namun argumentasi SBY normatif dan mannerism seperti struktur buku diktat yang sudah sering ia hapal.

Ini jauh berbeda dengan JK yang jauh lebih interpretatif dan argumentatif, eksploratif, serta mampu menekankan diferensiasi dengan SBY.

Soal sejumlah sindiran yang dilontarkan JK kepada SBY dan Megawati, hal itu menunjukkan JK kaya nuansa dan memberikan kritikan elegan yang menohok.

Kita mendengar dan menyaksikan bahwa JK sejak awal sudah menyindir SBY soal iklan Indomie dan kapitalisme berambut hitam. JK juga menyodok Mega soal gas Tangguh.

Dengan kritik yang sangat elegan dan mengena, maka JK tampil prima. Skor A dari LSI baginya merupakan suatu kewajaran.

Kita melihat, debat calon presiden putaran kedua lebih menarik dibandingkan putaran perdananya. Jusuf Kalla juga lebih piawai menjawab segala pertanyaan yang diajukan moderator serta mampu menghidupkan suasana.

Kita ingin dalam debat capres dan cawapres nanti, panggung lebih hidup tanpa ada kekakuan lagi. Juga para kandidat kita harapkan bisa berinteraksi. Sementara kita juga ingin moderator sudah menggali banyak aspek dan memperdalam pertanyaan.

Debat capres haruslah memberikan pengayaan cakrawala pengetahuan rakyat, dan tidak bisa dianggap remeh. Pada akhirnya, masing-masing kandidat harus cerdas, kerja keras, dan berkeringat jika ingin tampil hangat dan memikat. [L1]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://M.inilah.com via ponsel dan Blackberry !