

(istimewa)
INILAH.COM, Jakarta – Ponsel dengan tenaga surya Samsung memang menarik tapi masih berharga mahal. Produsen lain, ZTE punya alternatif yang ditujukan untuk negara berkembang. Ponsel yang mulai dijual pada Juni itu, sangat murah di bawah US$ 40 per unit.
Handset yang disebut Coral-200-Solar itu menggunakan teknologi dari perusahaan Belanda, untuk menghasilkan tenaga listrik dari satu buah panel matahari mini. Panel itu ditempatkan di bagian belakang ponsel dengan ukuran hanya 3 cm x 7 cm.
Isi ulang selama satu jam di bawah sinar matahari mampu menyediakan waktu bicara hingga 15 menit. Meskipun begitu ponsel ini tetap bisa di-charge secara normal.
"Kami perkirakan di dunia ada lebih dari dua miliar orang yang memiliki keterbatasan persediaan listrik atau bahkan tidak ada akses sama sekali," kata Wang Yong Zhong, General Manager ZTE Mobile Handset, kemarin.
ZTE telah menggandeng operator Digicel saat meluncurkan ponsel itu di Haiti, Samoa dan Papua New Guinea. ZTE juga telah menetapkan target penjualan pada tahun pertama yang bisa mencapai ratusan ribu unit.
Eksekutif Digicel Tom Bryant mengatakan selama ini Digicel menawarkan charger tenaga surya secara terpisah. Operator ini memiliki layanan di Karibia, Amerika Tengah dan wilayah Pasifik. "Harganya kurang dari US$ 40," kata Bryant. Ia menghitung, panel surya menyumbang seperempat dari harga perangkat itu.
Wang mengatakan ZTE juga telah melakukan pembicaraan dengan sejumlah operator di luar Digicell yang tertarik mendistribusikan ponselnya itu. "Banyak negara berkembang yang membutuhkan produk dengan tenaga sinar matahari, misalnya saja pasar Afrika," katanya.
Perusahaan Belanda yang menyuplai teknologi panel itu pada ZTE, Intivation mengklaim perangkat ponsel itu dua kali lebih efektif dibandingkan perangkat apapun yang ada di pasaran.
"Panel surya itu bisa berfungsi di segala tingkat pancaran cahaya," kata Chief Executive Intivation Paul Naastepad. Ia menjelaskan perusahaan bermarkas di Amsterdam itu sedang dalam pembicaraan dengan vendor lain untuk memberikan lisensi pada teknologi yang dimilikinya itu.
Produsen Korea Selatan Samsung juga telah memamerkan ponsel surya. Handset Samsung yang disebut Blue Earth, memiliki panel surya mini di bagian belakang dan akan dipasarkan akhir tahun ini.
Namun Samsung menargetkan konsumen berbeda. Ponsel itu dijual dengan banderol mahal dan menargetkan konsumen yang benar-benar peduli dengan lingkungan dan pemanasan global.
Sementara perusahaan Korea lain, LG juga telah menyiapkan handset serupa. Perusahaan ini sudah memamerkan prototipe namun belum mengungkapkan nama maupun ketersediannya di pasar.
Analis telekomunikasi di Informa, Gavin Byrne mengatakan ponsel surya memiliki potensi besar sebagai penerus charging booths yang biasa ditemui di beberapa negara Afrika. "Ada peluang untuk ponsel surya di pasar yang tumbuh di negara berkembang. Itu menunjukkan adanya potensi permintaan yang terpendam," katanya. [E1]
- Inggris Ingin Ponsel Milik Pialang Direkam
- HTC Akan Habis-habisan Melawan Apple
- Sengketa Kotor Google-Viacom Terungkap ke Publik
- MacBook Air China Cuma Rp 2,6 Juta
- Google-Sony Buat TV Berbasis Android
- Interkoneksi Bukan Jurus Ampuh Stop SMS Gratis
- Samsung Kapalkan Ponsel dengan TV Analog
- 39% Pemilik BlackBerry Akan Beralih ke iPhone
- Tifatul: Masak Kita Jadi Tukang Pasang Setrum Saja?
- Jaringan Esia Aman dari Perang SMS
- Operator Dinilai Seperti ‘Bukan Empat Mata’
- Esia Semarakkan Festival Ogoh-ogoh
- 140 Ribu Situs WAP Porno Ditutup
- iPad Diperkirakan Terjual 120 Ribu Unit
- Sebaiknya Beli TV LCD Sekarang?
Kurs BI :












