
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12429.6

(istimewa)
INILAH.COM, Jakarta – Layanan BlackBerry menjadi ajang pertarungan baru bagi operator. Setelah bertahun-tahun, langganan BlackBerry kini telah menyentuh Rp 100 ribu per bulan. Bisa jadi, harga handset BlackBerry juga akan menjadi ajang persaingan selanjutnya.
Layanan BlackBerry sebelumnya hanya ditawarkan oleh tiga operator, yaitu Telkomsel, Indosat, dan Excelcomindo Pratama. Dari total pelanggan selular yang mencapai di atas 125 juta, pengguna BlackBerry di Indonesia baru mencapai 300 ribuan.
Sebagai pemain baru, Axis menawarkan benefit lebih banyak ke konsumen serta tarif 40% lebih murah dari yang selama ini ditawarkan oleh pasar. Chief Marketing Officer Axis Johan Buse mengakui, dengan menyediakan tarif 40% lebih murah, margin keuntungan menjadi lebih kecil. Tapi dengan pemotongan tarif sebesar itu, Axis tetap bisa mengambil keuntungan.
“Tidak ada deal khusus dengan RIM (produsen BlackBerry). Tarif itu sudah masuk dalam perhitungan bisnis,” katanya di Jakarta, Selasa (30/6).
Head of Sales Axis, Marcus BJ Maelissa mengatakan, penetapan tarif BlackBerry 40% lebih murah itu tidak akan memicu perang harga. “Operator lain mungkin tidak bisa memberikan tarif 40% lebih murah, atau tidak akan mau melakukannya,” kata dia.
Marcus mengakui, pelanggan BlackBerry tidak sensitif dengan harga murah. Tapi Axis berkomitmen menetapkan tarif telekomunikasi murah. Selain itu, tarif hanya satu bagian dari layanan BlackBerry, karena ada faktor lain dalam menyediakan layanan BlackBerry yaitu jaringan yang lebih cepat. Selain juga harus tersedia customer service yang harus siap melayani kebutuhan pelanggan jika mendapat masalah dengan BlackBerrynya.
Axis optimis tarif murah bisa menarik konsumen tidak hanya pelanggan baru, tapi juga pelanggan lama termasuk dari operator lain yang bermigrasi. “Dari pre order perangkat BlackBerry yang sudah mencapai 5.000 unit, kelihatan banyak dari pelanggan baru. Namun pelanggan existing juga banyak yang tertarik,” ucap Marcus.
Ia membantah pemain baru harus menyediakan tarif murah, karena layanannya masih terbatas. Marcus mengatakan konsumen bisa menguji coba jaringan Axis untuk mengetahui layanan yang diberikan. Selain itu Axis menjanjikan terus menambah kapasitas jaringan jika jumlah pelanggan juga bertambah.
GM Sales XL Handono Warih mengatakan masuknya penyedia layanan BlackBerry baru bukan sebagai ancaman. Justru jika pemainnya banyak, maka lebih menguntungkan. “Edukasinya bisa menjadi lebih cepat, selain itu komunitasnya juga akan makin banyak,” katanya.
Ia menambahkan XL tidak secara serta merta mengevaluasi tarif, jika ada pemain baru yang menawarkan tarif murah. Menurutnya, pemain baru harus membuktikan layanannya terlebih dahulu. “Pemain baru memang harus mengandalkan tarif murah, tapi dari segi layanan bagaimana?” kata Handono.
Masalah perkembangan BlackBerry di Indonesia adalah harga handsetnya terbilang mahal untuk sebagian besar masyarakat. Apakah operator bisa menyediakan handset murah dengan subsidi?
Marcus mengatakan BlackBerry memang mahal, sehingga banyak konsumen yang menggunakan BlackBerry BM. “Axis baru akan menjual handset BlackBerry beberapa pekan ke depan. Tapi Axis berkomitmen menyediakan fasilitas dan akses telekomunikasi yang bisa dijangkau oleh banyak orang,” katanya. [P1]
- Pemutar DVD Bisa Sensor Adegan Tak Senonoh
- BB Kehilangan Daya Saing
- Kirim 100 SMS Tiap Hari, Tangan Harus Dioperasi
- BlackBerry Storm 2 Hadir di Australia
- Inggris Ingin Ponsel Milik Pialang Direkam
- HTC Akan Habis-habisan Melawan Apple
- Sengketa Kotor Google-Viacom Terungkap ke Publik
- MacBook Air China Cuma Rp 2,6 Juta
- Google-Sony Buat TV Berbasis Android
- Interkoneksi Bukan Jurus Ampuh Stop SMS Gratis
- Samsung Kapalkan Ponsel dengan TV Analog
- 39% Pemilik BlackBerry Akan Beralih ke iPhone
- Tifatul: Masak Kita Jadi Tukang Pasang Setrum Saja?
- Jaringan Esia Aman dari Perang SMS
- Operator Dinilai Seperti ‘Bukan Empat Mata’












