

(Istimewa)
INILAH.COM, Jakarta – Masyarakat di AS dan Eropa melaporkan pemandangan matahari tenggelam yang luar biasa, beberapa hari terakhir. Pemandangan itu berkat letusan gunung api Sarychev Peak di Rusia lebih dari dua pekan lalu.
Gunung api itu meledak pada 12 Juni dan menimbulkan hentakan luar biasa di atmosfer terlihat dari foto yang diambil oleh astronot. Ledakan itu juga menyebarkan sulfur dioksida ke udara, dan materi itu telah menyebar ke penjuru planet.
Materi itu menyebabkan warna ungu kelam, berbalut putih yang menampilkan pemandangan spektakuler saat sore hari. Fenomena itu terjadi saat debu dan partikel lain disemprotkan ke atmosfer tinggi.
Sulfur dioksida yang dikeluarkan oleh Sarychev Peak berinteraksi dengan atmosfer membentuk partikel kecil disebut sulfate aerosols.
Pemandangan serupa terlihat di Northern Hemisphere pada Agustus 2008, saat gunung Kasatochi di Alaska meledak.
Sementara ledakan paling dramatis di sejarah modern adalah saat gunung Pinatubo di Philipina meledak pada 1991 yang mengeluarkan banyak materi ke atmosfer yang menyebabkan temperatur bumi turun 0,5 derajat. Terakhir kali Sarychev Peak meledak pada 1989.[ito]
- Tren Seismik Picu Lebih Banyak Gempa Besar
- Badai Matahari 2012 Bukan Penyebab Kiamat
- Bintang Kerdil akan Bombardir Bumi
- Ilmuwan Pelajari Kehidupan Bawah Tanah
- Pembunuh Elektron Muncul Saat Badai Matahari
- Terpecahkan Asal Kerangka Tanpa Kepala
- Kubah Kiamat telah Terisi 500 Ribu Bibit
- Seorang Wanita Coba Hentikan ‘Mesin Kiamat’
- Jurrasic Park Selangkah Lagi Bisa Diwujudkan
- Soal Seks, Pria Lebih 'Jantan' dari Wanita
- Gempa Geser Chili Sejauh Tiga Meter
- Astronot Wanita Harus Sudah Kawin
- ITS-Jepang Kembangkan Satelit Internet
- Lapan: Badai Matahari 2012 Bukan Kiamat
- Rahasia Bulan Mars Akan Terungkap
Kurs BI :












