

(Inilah.com)
INILAH.COM, Jakarta - Pergerakan indeks pada hari ini diperkirakan akan mengalami penurunan di kisaran 2.398-2.555. Saat ini gejolak pasar modal meningkat akibat defisit anggaran di beberapa negara Eropa membengkak dan terancam gagal bayar.
Demikian dikutip dari hasil riset Reliance Securities, Selasa (9/2). Saat ini Dow Jones berada di bawah 10.000 maka investor sebaiknya lebih fokus untuk mengurangi risiko kerugian yang lebih besar lagi. Indesk saham di Wall Street masih ditutup melemah di tengah kekhawatiran gagal bayarnya utang di Eropa. Mereka tidak dapat menstabilkan keuangan publik mereka, setelah menghabiskan dana besar-besaran untuk memerangi resesi.
Saham sektor keuangan juga mendapat tekanan sehubungan dengan rencana Obama menerapkan aturan yang lebih ketat pada sektor ini untuk meredam pengambilan risiko besar-besaran. Namun investor khawatir rencana tersebut justru akan menggerus laba perusahaan sektor keuangan.
Sementara minyak jenis WTI crude mengalami rebound tipis yang diperkirakan akan terjadi badai di pantai timur. Sebagian Virginia, Maryland, Pennsylvania dan Washington telah ditutupi dengan salu setebal tiga kaki. Harga minyak akan menguat merespon kondisi cuaca tersebut. [hid]
- Sepekan, IHSG Pindah-pindah Zona
- Wall Street Anjlok Dipicu Kekhawatiran Utang Yunani
- Data Ekonomi AS Picu Bursa Asia Naik
- ‘Capital Inflow’ Kembali Dongkrak Rupiah
- Inilah Daftar 10 'Foreign Buy' Saham
- Laba Bersih Hero Supermarket Naik 9,98%
- Anak Usaha PTBA Bakal Susah Dapat Ijin Tambang
- Jelang Buka, Wall Street Mixed di Kisaran Sempit
- Indofood Tuntaskan Restrukturisasi Anak Usaha
- MNC & Linktone Akuisisi 75% Innoform Media
- INTP Bangun Pembangkit Listrik Senilai US$100-150 Juta
- Inilah Daftar 'Top Foreign Sell' Saham
- DOID Bantah Wacana 'Rights Issue'
- 'Volatile', IHSG Mampu Berakhir Manis
- ADHI Bagi Hasil Sukuk Mudharabah Rp3,437 M
Kurs BI :












