

(Istimewa)
INILAH.COM, Jakarta - Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada kuartal IV 2009 mengalami penurunan sebesar 4,41, bila dibanding kuartal sebelumnya.
Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), ITB kuartal IV turun menjadi 108,45 dari 112,86 pada kuartal III di tahun 2009. "Kalau diatas 100 itu menandakan punya prospek lebih baik dibanding sebelum-sebelumnya, namun tingkat optimisme pelaku bisnis lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya," ujar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Slamet Sutomo, dalam jumpa pers di kantornya, Rabu (10/2).
Menurutnya, semua sektor ekonomi mengalami peningkatan indeks dan pencapaian tertinggi dicapai sektor transportasi dan konsumen sebesar 111,32. "Sejalan dengan nilai PDB (Pendapatan Domestik Bruto) kita," ujarnya.
BPS memperkirakan pada kuartal I 2010, nilai ITB akan mencapai 108,76. "Berarti secara umum kondisi bisnis pada triwulan tersebut diperkirakan akan meningkat dibandingkan triwulan IV 2009," ujarnya.
Sementara untuk Indeks Tendensi Konsumen (ITK) pada kuartal IV 2009 di Jabodetabek tercatat sebesar 104,76 atau turun 3,03 dari 107,79 pada kuartal sebelumnya. "Karena ada domestic demand sehingga rumah tangga masih tumbuh. Tapi tingkat optmisme konsumen menurun," ujarnya.
Sementara untuk ITK pada kuartal I 2010 diperkirakan akan mencapai 106,67. "Diperkirakan terjadi karena adanya peningkatan pendapatan, namun rencana pembelian barang-barang tahan lama diperkirakan menurun," ujarnya. [mre/cms]
- RI Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Asia-Pasific
- Hatta: Yang Tahu Hanya Presiden
- China Makin Mantap Tolak Washington
- Hatta: Jangan Dijadikan Spekulasi Baru
- Inflasi 'Year on Year' 2010 Cenderung Naik
- Pertumbuhan Ekonomi 2011 Ditargetkan 6,3%
- PPATK Temukan 97 Transaksi DanaTeroris
- Lelang SBI Berubah tak Pengaruhi Saluran Kredit
- Usai Rakor Migas, Menteri-menteri Sepakat Bungkam
- Krisis Eropa Picu Modal Asing ke Indonesia
- Pemerintah Lelang SUN Rp5 T Pekan Depan
- Ekuitas BUMN Naik Jadi Rp2.500 T Pascaholding BUMN
- Menneg BUMN Buat Aturan Bentuk Anak Usaha
- Jadi Tameng Presiden, Menkeu Tak Akan Dicopot
- DPR Minta Holding Perkebunan BUMN Setelah IPO
Kurs BI :












