

(inilah.com/Sakti)
Untuk mencegah terjangkitnya penyakit cacing, anak-anak yang menghuni kompleks lokalisasi Tambak Asri, Senin (7/12) siang mendapat supply obat cacing.
Bantuan obat cacing gratis ini berasal dari Yayasan Pondok Kasih.
Dan yang mendapat jatah pertama untuk penyaluran obat cacing ini adalah para siswa TK, SD dan SMP Bina Karya, Surabaya.
Tentu saja, 1000 obat cacing ini langsung direspon baik oleh pengurus Yayasan, para guru serta siswa Bina Karya.
“Karena kebetulan, mayoritas siswa Bina Karya itu berasal dari keluarga pra sejahtera yang tinggal di kompleks Lokalisasi Tambak Asri (Kreml), ” kata Daniel Lukas Rorong, Humas dan juru bicara (jubir) Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan Bina Karya, Surabaya.
“Jangankan untuk memeriksakan kesehatan secara rutin, untuk memenuhi asupan gizi sehari-hari saja, anak didik kami tidak memenuhi standar 4 sehat 5 sempurna,” ujar Daniel.
Untuk itu, lanjut Daniel, pihak Yayasan Bina Karya sangat berterimakasih atas bantuan dan kepedulian dari Yayasan Pondok Kasih terhadap kesehatan anak didiknya.
“Paling tidak, anak-anak yang tinggal di kompleks Lokalisasi Kremil ini bisa terbebas dari penyakit cacing, ” harap Daniel.
Sementara itu, pembagian 1000 obat cacing sendiri berjalan lancar. Meski panas terik menyengat, tapi para siswa Bina Karya tidak menghiraukan.
Dan tim kesehatan dari Yayasan Pondok Kasih juga terlihat bersemangat saat membagi-bagikan bantuan obat cacing tersebut.
Yang menarik, ada beberapa anak yang mengidap penyakit cacing langsung mendapatkan penanganan. Nur Leila (11) salah satunya, saat datang bersama ibunya Ifa (42) yang hanya ibu rumah tangga ini langsung mengonsumsi obat cacing tersebut.
“Kasihan anak saya, sudah beberapa hari ini, kalau malam, daerah (maaf) duburnya selalu gatal,” kata Ifa yang berasal dari keluarga miskin dengan jumlah keturunan delapan dan bersuamikan kuli bangunan.
Ifa berharap, usai mendapatkan bantuan obat gratis tersebut, penyakit cacing anaknya tersebut dapat segera teratasi. “Terima kasih banyak atas bantuannya,” katanya sambil terisak.
Nur Leila sendiri terlihat gembira usai meminum obat cacing yang rasanya manis itu. “Tidak pahit kok, malahan manis,” katanya dengan nada gembira. Senyumnya pun semakin mengembang, karena usai meminum obat cacing, Nur dan anak-anak lainnya juga mendapatkan souvenir berupa mainan.
DR. Hana Amalia Vandayani Ananda selaku Ketua Yayasan Pondok Kasih berharap agar program “5 Juta Anak Indonesia Bebas Cacing ” pada 2010 dapat berjalan lancar sesuai rencana.
“Karena pembagian obat cacing ini akan kami distribusikan ke seluruh pelosok Indonesia,” kata Hana Ananda yang juga pernah mendapat piagam penghargaan dari Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono.
Pembagian obat cacing oleh Yayasan Pondok Kasih ini sendiri merupakan proyek kerjasama dengan Indonesian Relief Fund (IRF) dan Feed The Children.
Daniel Lukas Rorong
Email : danielrorong@yahoo.co.id
- Kampung Bojong Citepus Menjadi Kampung Sadar Banjir
- Kelas Bisnis Prosmart Untuk Pemuda
- Walikota Singkawang Raih Gelar Doktor
- Memprihatinkan Perpus jadi Satu dengan Gudang
- Sumbang Kursi Roda Pada Penderita Cacat Fisik dan Mental
- Memberdayakan Perempuan Dengan Wirausaha Terapan
- 10.000 Paket Fastfood untuk Kaum Papa
- Satu Ibu Ajak Lima Ibu Untuk Hidup Sehat
- PPME Amsterdam adakan Dauroh Ilmiyah
- Ambulans Gratis dari Rumah Zakat Indonesia
- Peluncuran Mobil Pustaka guna Meningkatkan Minat Baca
- Mahasiswa UGM Raih Award di Jerman
- 1000 Obat Cacing Gratis buat Anak Lokalisasi Kremil Surabaya
- Pemasok Pulpwood APP Menerima Penghargaan dari UNESCO
- Mengembalikan Rasa Nasionalisme Pemuda Batu
Kurs BI :












