

Kasih Natal untuk semua. Itulah pesan yang ingin disampaikan oleh para aktifis sosial yang tergabung dalam Yayasan Pondok Kasih (YPK).
Bertepatan dengan hari Natal, Jumat (25/12) siang, 150 pengurus dan relawan YPK melakukan aksi sosial dengan membagi-bagikan 10.000 paket fastfood (makanan cepat saji).
Sasarannya adalah kaum papa yang berada di 27 titik kumuh di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik. Untuk Surabaya, beberapa titik kumuh yang dimaksud diantaranya depo sampah Kembang Kuning, kuburan kembang kuning, kuburan Rangkah, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukolilo Keputih, Lokalisasi Tambak Asri, TPA Benowo dan Stren Kali Jagir Wonokromo.
Tak tanggung-tanggung, Dr. Hana Amalia Vandayani Ananda, Ketua Yayasan Pondok Kasih, turun langsung dalam aksi sosial yang digelar di depo sampah Kembang Kuning, kuburan kembang kuning, dan kuburan Ngagel.
Bahkan saat di kuburan Kembang Kuning, Hana Ananda turut makan bersama. Tanpa merasa risih dan jijik, Hana terlihat menikmati paket fastfood tersebut bersama anak-anak dan para orangtua yang saat itu mengais rejeki di area kuburan kembang kuning.
“Terima kasih banyak,” ucap Amir (55) usai menerima paket fastfood. Amir pun langsung menyantap makanan tersebut diatas salah satu bangunan nisan.
Hal serupa juga dilakukan oleh Aminah (40). Ibu lima anak ini terlihat lahap saat menyantap paket fastfood tersebut. “Baru kali ini saya makan ayam goreng seenak ini,” katanya sambil menggigit paha ayam yang didapatnya.
Budi pun demikian. Anak yang masih menginjak 10 tahun ini tidak menyangka akan mendapat paket makanan yang belum pernah dinikmati seumur hidupnya.
Budi yang saat itu sedang mengais rejeki bersama teman-teman sebayanya di kuburan Kembang Kuning langsung mengantri begitu tahu ada pembagian makanan.
“Asyik, aku dapat dada ayam,” teriaknya sambil melompat begitu tahu isi dari paket yang diterimanya Bahkan saat di kuburan Kembang Kuning, Hana Ananda turut makan bersama.
Tanpa merasa risih dan jijik, Hana terlihat menikmati paket fastfood tersebut bersama anak-anak dan para orangtua yang saat itu mengais rejeki di area kuburan kembang kuning.
“Itulah esensi dari Natal yang sebenarnya,” ucap Dr. Hana Amalia Vandayani Ananda, Ketua Yayasan Pondok Kasih ketika ditanya tujuan dari aksi sosial yang dilakukan oleh yayasannya kali ini.
Menurut Hana, sudah saatnya perayaan Natal tidak dilakukan dengan mewah dan meriah. “Karena Yesus Kristus sendiri lahir di kandang domba, tempat yang dianggap hina. Kenapa kita harus merayakannya dengan pesta pora?” ujar Hana yang saat itu didampingi cucu, menantu dan juga suaminya Harry Ananda.
“Untuk itu, kami ingin berbagi kasih Natal ini pada sesama, tanpa memandang suku,agama dan status sosial,” jelas Hana yang pernah mendapatkan piagam penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini.
Yayasan Pondok Kasih (yayasanpondokkasih@yahoo.co.id)
- Penghijauan Bukan Monopoli Pemerintah
- Kampung Bojong Citepus Menjadi Kampung Sadar Banjir
- Kelas Bisnis Prosmart Untuk Pemuda
- Walikota Singkawang Raih Gelar Doktor
- Memprihatinkan Perpus jadi Satu dengan Gudang
- Sumbang Kursi Roda Pada Penderita Cacat Fisik dan Mental
- Memberdayakan Perempuan Dengan Wirausaha Terapan
- 10.000 Paket Fastfood untuk Kaum Papa
- Satu Ibu Ajak Lima Ibu Untuk Hidup Sehat
- PPME Amsterdam adakan Dauroh Ilmiyah
- Ambulans Gratis dari Rumah Zakat Indonesia
- Peluncuran Mobil Pustaka guna Meningkatkan Minat Baca
- Mahasiswa UGM Raih Award di Jerman
- 1000 Obat Cacing Gratis buat Anak Lokalisasi Kremil Surabaya
- Pemasok Pulpwood APP Menerima Penghargaan dari UNESCO
Kurs BI :












