

(inilah.com/Abdul Rauf)
INILAH.COM, Jakarta- Menteri keuangan ad interim, Sofyan Djalil menilai keputusan Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan perdagangan saham siang tadi.
Menurutnya, penghentian perdagangan tersebut guna menghindari kejatuhan yang lebih dalam serta untuk meredam kepanikan para pelaku pasar. "Jadi tidak ada masalah, karena suspensi perdagangan saham membuat orang berpikir," katanya di Jakarta, Rabu (8/10).
Dia mengakui langkah tersebut juga telah dilakukan setelah terlebih dulu berkonsultasi dengan pihak Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK). "Selain itu, dalam standar operasional BEI, penghentian dapat dilakukan jika IHSG telah merosot hingga 10%," ujarnya.
Ia menilai kepanikan yang terjadi di pasar saham Indonesia sangat berlebihan, karena penurunan di pasar saham negara-negera lainnya hanya sekitar 2-4%. "Karenanya, saya berharap keputusan BEI ini dapat menghilangkan kepanikan yang luar biasa akibat turunnya sudah tidak normal," ujarnya.[L5]
- Investor Tahan Diri, Bursa Asia Sesi I Ditutup Mixed
- Aviyana Dipayana Jadi Komisaris di Trimegah
- Kas FREN Hanya Rp26,68 Miliar
- Bursa Asia Dibuka Naik Tipis
- Penjualan Indocement Anjlok 3,9%
- PTBA Akui Belum Tetapkan Besaran Dividen
- Tunggu Pertemuan Fed, Wall Street Ditutup Mixed
- PTBA Belum Kaji Akuisisi Tambang Freeport
- Pengetatan China Hantam Bursa Asia
- FREN tak Sanggup Bayar Bunga Utang
- Inilah Daftar 10 'Top Foreign Buy'
- BLTA 'Upsize' Obligasi US$25 Juta
- Akhir Maret, Bapepam Serahkan Draft OJK ke Kemenkumham
- INTP Investasi 2 Pabrik US$35 Jt
- Inilah Daftar 10 'Top Foreign Sell'
Kurs BI :












