

(istimewa)
INILAH.COM, Jakarta - PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) berpotensi kehilangan dana senilai Rp 5,4 triliun akibat anjloknya bursa saham Indonesia belakangan ini.
Angka tersebut dihitung dari penurunan indeks harga saham gabungan tertinggi 2.830,263 hingga terendah 1.451,669 sebesar 48% terhadap investasi di saham Rp 11 triliun.
Direktur Utama Jamsostek, Hotbonar Sinaga, mengatakan investasi saham itu merupakan 18% dari total dana berkategori bisa diinvestasikan sebesar Rp 62 triliun.
"Kalau saham anjlok, tentunya kami ikut merugi," katanya, Kamis (9/10).
Menurutnya, investasi dana Jamsostek selama ini mayoritas berada pada produk obligasi dan deposito. Sebanyak 46% diinvestasikan untuk obligasi, sisanya adalah deposito.
Meski begitu, kata dia, risiko penempatan dana di deposito tidak separah di pasar saham seperti saat ini. Dana deposito Jamasostek saat ini sebesar Rp 20 triliun, yang tersebar di sejumlah bank.[L5]
- Krisis Eropa Picu Modal Asing ke Indonesia
- Pemerintah Lelang SUN Rp5 T Pekan Depan
- Ekuitas BUMN Naik Jadi Rp2.500 T Pascaholding BUMN
- Menneg BUMN Buat Aturan Bentuk Anak Usaha
- Jadi Tameng Presiden, Menkeu Tak Akan Dicopot
- DPR Minta Holding Perkebunan BUMN Setelah IPO
- Menteri BUMN: Holding BUMN Pengaruhi Pajak
- PPATK: Transaksi Keuangan Mencurigakan Naik 100%
- Menkeu: Defisit 2,1 Persen Bisa Dikelola Lewat Pinjaman
- Menkeu: Tak Ada Kebijakan Ekonomi Mengejutkan di 2010
- Menkeu: Perbaiki APBN Dibutuhkan Tindakan Ekstrim
- Menkeu: Dinamika Global Masih Pengaruhi Rupiah
- Pemerintah Rencana Bentuk Holding Perkebunan 2010
- Menkeu: Reformasi Timbulkan Rasa Sakit
- Menkeu Serahkan Markus Pajak ke Pihak Berwenang
Kurs BI :












