Selasa, 16 Maret 2010
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI : 1 Euro = Rp.12613.3
 
Ekonomi
 
02/11/2008 - 12:59
Jangan Cari Untung dari Minyak
Budi Winoto

(Ist)

INILAH.COM, Jakarta – Harga minyak dunia yang berada di bawah US$ 65 per barel harus segera direspon pemerintah dengan menurunkan harga BBM. Pemerintah seharusnya tidak mencari untung dari minyak. Jika memungkinkan segera turunkan harga.

Pengamat ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Sri Adiningsih mengatakan, penurunan harga BBM berpatokan pada besaran harga minyak dalam APBN. Jika harga minyak dunia sudah di bawah patokan APBN seperti sekarang, maka BBM bisa diturunkan dengan mempertimbangkan subsidi yang sudah dipakai.

"Subsidi masih ada tidak? Kalau masih ada saya kira harus turun. Pemerintah tidak boleh cari untung dari minyak. Kalau subsidinya masih ada harus segera diturunkan," katanya, di Jakarta, semalam.

Sri Adiningsih menambahkan langkah negara tetangga yang sudah menurunkan harga BBM-nya tidak serta merta bisa diterapkan di Indonesia, karena kondisi yang mempengaruhinya berbeda.

Menurutnya, untuk menurunkan harga minyak, banyak faktor yang harus dipertimbangkan. Salah satunya adalah memprediksi harga minyak dunia meskipun hal itu sangat sulit dilakukan. Tidak bisa berdasarkan kondisi dalam sepekan atau dua pekan.

"Kalau memang tidak fluktuatif, maka BBM bisa dirturunkan. Tapi jika masih ada potensi minyak dunia bakal naik lagi, untuk menaikkannya lagi bagaimana?" katanya.

Sementara langkah pemerintah menetapkan subsidi BBM berdasarkan patokan harga minyak dunia US$ 80 per barel, pada saat ini tidak bisa dilakukan adjusment, karena anggaran sudah ditetapkan. Jika ingin mengubah itu dengan formula baru, maka hal itu baru bisa dilakukan tahun depan.

Ia menambahkan, kenaikan BBM beberapa waktu lalu memang berdampak besar pada kenaikan inflasi. Namun apakah penurunkan harga BBM, mampu mendorong turunnya inflasi, ia masih meragukan.

"Dampaknya tidak akan terlalu signifikan. Penurunan BBM tidak akan langsung direspon dengan turunnya ongkos taksi atau tarif angkutan umum," katanya.

Sebelumnya Wakil Presiden M Jusuf Kalla mengatakan apabila harga minyak dunia rata-rata berada di bawah US$ 80 per barel pada 2009 maka harga BBM dalam negeri kemungkinan bisa diturunkan.

"Subsidi kita berdasarkan patokan US$ 80. Jika tahun depan rata-rata harga minyak dunia di bawah US$ 80, pasti (harga BBM) bisa diturunkan," kata Wapres Jusuf Kalla di Jakarta.

Di 2008, dana subsidi BBM yang dianggarakan dalam APBN sebesar Rp 128 triliun dan seluruhnya sudah digunakan. Karena itu akan dikaji dulu apakah masih memungkinkan dilakukan penurunan harga BBM.

Wapres memaparkan, harga BBM jenis premium saat ini masih harus disubsidi sebesar Rp 1.000 per liter. Sedangkan untuk minyak tanah, subsidi yang diberikan mencapai Rp 4.000. Begitupun harga solar juga masih disubsidi. [E1]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://M.inilah.com via ponsel dan Blackberry !