
Jakarta - Berawan 24-33 °C
Kurs BI :
1 Euro = Rp.12429.6

(pertamina.com)
INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah telah meneken 33 kontrak kerja sama (KKS) pengembangan minyak dan gas serta gas metana batubara (CBM) senilai US$ 912,1 juta, Kamis (13/11).
Nilai kontrak sebesar itu mencakup 29 kontrak blok migas senilai US$ 891,8 juta dan empat kontrak CBM senilai US$ 20,3 juta.
Namun, dari kontrak itu tak tercantum nama Pertamina, perusahaan migas plat merah, yang seharusnya mendapat prioritas mengamankan sumberdaya alam Indonesia.
Adapun 29 kontrak migas itu meliputi 20 kontrak yang dilelang melalui penawaran langsung mencapai US$ 357,3 juta dan sembilan blok lainnya melalui tender reguler sebesar US$ 534,5 juta.
Bonus tanda tangan untuk 20 blok penawaran langsung mencapai US$ 40,5 juta dan komitmen investasi tiga tahun pertama masa eksplorasi senilai US$ 316,8 juta.
Berdasarkan dokumen kontrak, komitmen investasi tiga tahun itu meliputi pengeboran 24 sumur eksplorasi senilai US$ 233,5 juta, studi geologi dan geofisika US$ 31,2 juta, seismik dua dimensi US$ 48,8 juta, repro seismik dua dimensi US$ 350 ribu, dan seismik tiga dimensi US$ 3 juta.
Dokumen kontrak itu juga menyebutkan 20 pemenang blok penawaran langsung itu adalah Serica East Seruway BV untuk Blok East Seruway dengan bonus tanda tangan dan komitmen investasi tiga tahun pertama masa eksplorasi US$ 11,45 juta, kemudian Ranhill Energy Sdn Bhd di Blok South CPP senilai US$ 5,05 juta, konsorsium PT Radiant Nusa Investama-PC (SKR) Int'l Ltd di Blok South West Bukit Barisan US$ 7,5 juta, dan PT Karya Inti Petroleum di Lirik II sebesar US$ 8,4 juta.
Selain itu konsorsium Gujarat State Petroleum Corp Ltd-Essar E&P Ltd di Blok SE Tungkal sebesar US$ 7,5 juta dan konsorsium Pearl Energy Ltd-Australian Worldwide Exploration Ltd di East Muriah senilai US$ 11 juta.
Pemenang berikut PT Sinochem Petroleum E&P di Blok Madura senilai US$ 28,5 juta, Husky Energy International Corporation di Blok North Sumbawa II senilai US$ 12,399 juta, konsorsium Kaizan Oil & Gas LLC-Niko Resources (Overseas II) Ltd di West Sageri US$ 22,6 juta, konsorsium Kaizan Oil & Gas LLC-Niko Resources (Overseas III) Ltd di Blok South East Ganal I sebesar US$ 33,85 juta, dan konsorsium PT Kutai Timur Resources-Salamender Energy (SE Sangatta) Ltd di South East Sangatta sebesar US$ 13,65 juta.
Berikutnya Adelphi Energy Ltd di South Bengara II senilai US$ 7,85 juta, PT General Energy Indonesia di North Bone seneilai US$ 6,7 juta, konsorsium Kaizan Oil & Gas LLC-Niko Resources (Overseas IV) Ltd di South Matindok sebesar US$ 21,2 juta, dan Konsorsium Kaizan Oil & Gas LLC-Marathon Indonesia New Ventures Ltd di Bone Bay senilai US$ 15,3 juta.
Pemenang lainnya adalah PT Putindo Bintech di Blok Buton I senilai US$ 8,85 juta, ConocoPhillips di Arafura sebesar US$ 30 juta, konsorsium Biak Petroleum-Niko Resources (Overseas VI) di Seram US$ 14,4 juta, Chevron Indonesia Ventures Ltd di West Papua I US$ 24,5 juta, dan Chevron Indonesia Ventures Ltd di West Papua III US$ 24,5 juta.
Sementara itu, dari sembilan blok migas yang melalui tender reguler diperoleh bonus tanda tangan senilai US$ 69,5 juta dan komitmen investasi tiga tahun pertama US$ 465,1 juta.
Komitmen investasi itu meliputi pengeboran 16 sumur eksplorasi senilai US$ 363 juta, studi geologi dan geofisika US$ 20,9 juta, survei seismik 2D sebesar US$ 28,2 juta, reprocessing seismik 2D sebesar US$ 396 ribu, dan survei seismik 3D US$ 52,6 juta.
Ke-9 blok itu adalah Semai V yang dimenangi Hess (Indonesia-Semai V) Ltd dengan komitmen investasi tiga tahun pertama dan bonus tanda tangan US$ 143 juta dan US$ 40 juta, Blok East Bawean dimenangi Sintezmorneftegaz senilai US$ 17,45 juta dan US$ 1,5 juta, Gunting oleh Esso Exploration International Ltd senilai US$ 17 juta dan US$ 5 juta, Kerapu oleh Pearl Oil (Tachylyte) Ltd sebesar US$ 27 juta dan US$ 2 juta, Mahakam Hilir oleh SPC E&P Upstream Pte Ltd senilai US$ 13 juta dan US$ 2 juta, Baronang dimenangi Lundin Oil &B Gas BV sebesar US$ 30,4 juta dan US$ 1 juta, Cakalang dimenangi Lundin Oil &B Gas BV senilai US$ 2,3 juta dan US$ 1 juta, Semai II oleh Konsorsium Murphy Overseas Ventures Inc-PTT EP Public Company Ltd-Inpex Corporation senilai US$ 127,5 juta dan US$ 11 juta, dan Semai III oleh PT Suma Sarana senilai US$ 87,446 juta dan US$ 6 juta.
Sedang, keempat KKS CBM yang diteken adalah Barito Banjar 1 dengan PT Indobararambai Gas Methan, Barito Banjar 2 dengan PT Barito Basin Gas, Sangatta dengan Konsorisum PT Pertamina Hulu Energi Metana Kalimantan A Sangatta West CBM Inc, dan Kutai dengan Konsorsium Kutai West CBM Inc Newton Energy Capital Liimited.
Nilai investasi masing-masing blok adalah Barito Banjar 1 senilai US$ 3 juta, Barito Banjar 2 senilai US$ 3 juta, Kutai US$ 6,6 juta, dan Sangatta US$ 7,7 juta.
Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro ikut menjadi saksi penandatanganan kontrak dilakukan antara Kepala BP Migas R Priyono mewakili pemerintah dan 33 perusahaan atau konsorsium pemenang tender yang dilakukan di Jakarta, Kamis (13/11).[*tra]
- Pemerintah Tawarkan WK CBM Juni-Juli 2010
- Program Jaringan Gas Kota Hemat Subsidi Rp1 T
- Pertamina Hanya Mampu Alirkan Gas 25 MMSCFD ke PGN Hingga Juni
- Menperin Akui Pasokan Gas ke Industri Kurang
- PGN Tak Jadi Pangkas 20% Pasokan Untuk Industri
- April, Pertamina Mulai Alirkan 25 MMSCFD ke PGN
- Pemerintah Berhasil Penuhi Gas Industri Dalam Negeri
- DEN Minta Harga Jual Listrik Swasta Sesuai Keekonomian
- Pertamina Diminta Perbanyak Impor Minyak NOC
- Minyak Asia Tergelincir ke Bawah US$82
- Kontrak Gas Eksisting tak Bisa Diputuskan Sepihak
- Hatta: Medco Diminta Segera Naikkan Suplai Gas ke PGN
- Swap Gas Conoco ke Chevron Untuk Lifting Minyak
- Kenaikan TDL tak Sebabkan 'Multiplier Effect'
- Hatta: Pemerintah Sudah Punya Skenario Donggi Senoro












