

(istimewa)
INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah AS dikabarkan masih akan tetap mempertahankan prinsip kapitalisme dalam pertemuan G20 di Washington hari ini. Pertemuan ini juga dihadiri Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono.
Presiden AS George W. Bush dalam pernyatannya mengungkapkan dukungan terhadap praktik pasar bebas tersebut. "Sejarah menunjukkan ancaman terbesar terhadap perekonomian bukan karena sedikitnya peran pemerintah, tetapi justru karena campur tangan yang terlalu besar," tegas Bush saat memberikan pidato di New York.
Pendapat berbeda muncul dari Perdana Menteri Australia dan sebagian besar negara Eropa, khususnya Presiden Prancis Nicolas Sarkozy yang justru melihat perlunya pengawasan pemerintah yang lebih ketat terhadap pasar keuangan.
Meskipun demikian, perubahan besar dalam arsitektur sistem keuangan global ini memang harus menunggu kebijakan Presiden terpilih AS, Barack Obama setelah dilantik 20 Januari 2009.
Obama sendiri dikabarkan tidak akan menghadiri pertemuan G-20 dan hanya mengirimkan wakilnya, mantan Menlu AS Madeleine Albright dan mantan anggota parlemen dari Partai Republik Jim Leach.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tiba di AS Jumat pagi waktu setempat. Dalam kunjungannya Presiden menghadiri pertemuan US-Indonesia Society dan melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Jepang Taro Aso pada pukul 15.55 hingga 16.25. Setelah itu, Presiden menghadiri jamuan santap malam atas undangan Presiden Bush di Gedung Putih pada pukul 19:20 hingga 20:20.
Anggota rombongan perjalanan Presiden terdiri dari beragam elemen, mulai dari menteri Kabinet Indonesia Bersatu, pejabat negara, pengusaha, ekonom, sampai para pemimpin redaksi.
Mereka antara lain Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Ginandjar Kartasasmita, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Theo L. Sambuaga, Ketua Kamar Dagang dan Industri M.S. Hidayat, Komisaris Utama Bank Mega Chairul Tanjung, pengusaha Peter F. Gontha, CEO Jawa Pos Group Dahlan Iskan, ekonom dari Global Nexus Institute Christianto Wibisono, Dewan Penasihat The Indonesian Institute Ninasapti Triaswati, dan Direktur Eksekutif CSIS Hadi Soesastro. [Bloomberg/cms]
- Konflik China-AS, Jangka Panjang Berdampak ke RI
- Ada Anggaran Susupan di APBNP 2010?
- APBNP 2010 Untungkan Elit & Birokrasi
- China Bantah Tudingan AS Manipulasi Nilai Tukar
- China Kurangi Kepemilikan Obligasi AS
- BI Akan Menjadi Dewan Komisioner di OJK
- "Kalau Mampu Jangan Beli Premium"
- Menko Perekonomian: Aman!
- Menkeu Harap Pemusnahan Miras Tiap Pekan
- Bea Cukai Gagalkan Kerugian Negara Rp1,26 T
- Penerimaan Cukai Terpengaruh Fatwa Rokok Haram
- Bea Cukai: Miras Ilegal Rugikan Negara Rp35 M
- Presiden Dipastikan Sulit Cari Calon Gubernur BI
- Mandiri Bidik 20% Pangsa Pasar Listrik Prabayar
- PM Cina Tolak Tekanan Asing Mengontrol Yuan
Kurs BI :












