

(inilah.com/Bayu Suta)
INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Bumi Resources (BUMI) terus merangsek naik. Sepekan ini, emiten primadona tersebut berhasil membukukan penguatan sebesar 7,14%, menyusul rilisnya kinerja perseroan di 2008 dan ekspektasi pembagian dividen.
Di awal pekan ini IHSG terkoreksi signifikan 2.98%, dengan trading value hanya Rp 1,48 miliar. Pelemahan dipicu turunnya saham-saham berkapitalisasi besar. Sementara harga minyak pun jatuh 3,6% ke US$ 52,38 per barel atas spekulasi merosotnya permintaan minyak. Tak pelak, saham berbasis komoditas pun berguguran.
Aksi profit taking juga melanda saham BUMI sehingga terpaksa ditutup turun 40 poin (4,76%) ke level Rp 800. Namun, emiten batubara ini masih menjadi saham teraktif di bursa, dengan volume transaksi tercatat 531,669 lembar, senilai Rp 213,606 miliar.
Pada hari yang sama juga terungkap tim penilai independen yang akan memeriksa kasus BUMI akhirnya diserahkan otoritas pasar modal kepada Masyarakat Penilai Indonesia (MAPI). Kelompok inilah yang nantinya akan memutuskan tim penilai independen BUMI.
Tim Penilai Independen ini nantinya akan menilai harga wajar transaksi tiga akuisisi yang dilakukan BUMI senilai Rp 6,191 triliun. Yaitu terhadap PT Fajar Bumi Sakti, PT Pendopo Coal dan Zurich Asset Investment (pengendali PT Darma Henwa /DEWA).
Bangkitnya bursa regional pada keesokan harinya, memberi vitamin bagi IHSG sehingga mampu berbalik arah dan menguat. Laporan keuangan emiten yang sebagian besar solid, menjadi pendorong reboundnya IHSG. Ekspektasi peningkatan imbal hasil dividen, memacu investor memburu saham unggulan dengan kinerja positif
Sementara itu, harga minyak di pasar Asia rebound ke level US$ 49 setelah sebelumnya anjlok ke US$ 48 per barel. Pelaku pasar pun melakukan aksi beli atas ekspektasi peningkatan kinerja saham-saham berbasis energi dan komoditas.
Saham BUMI pun mampu membukukan kenaikan 20 poin menjadi Rp 820 pada Selasa (31/3). Volume transaksi tercatat 155 juta lembar saham, senilai Rp 125,5 miliar. Sentimen positif berasal dari rencana perseroan membagikan dividen sebesar 30% dari laba bersih 2008.
Mengawali April, Rabu (1/4), IHSG kembali naik seiring penguatan bursa regional dan global. Sentimen positif berasal dari pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) tentang inflasi yang sesuai ekspektasi pasar. Inflasi Maret mencapai level 0,22% dan tahunan 7,9%.
Saham-saham sektor aneka industri menyumbang penguatan bursa terbesar, dengan naik 6.4%, disusul sektor finansial yang naik 5.17%, seiring meningkatnya laba perbankan tahun 2008. Sektor tambang juga mendukung penguatan IHSG dengan naik 1.9%.
Kenaikan sektor ini terutama didukung aksi beli investor atas saham BUMI, setelah perseroan mengeluarkan laporan keuangan 2008 yang cukup memuaskan. Emiten batubara ini pun berhasil menguat Rp 50 (6,09%) ke Rp 870.
BUMI mengumumkan di 2008 berhasil membukukan laba bersih US$ 645,365 juta, atau turun 18,2% dengan pendapatan mencapai US$ 3,378 miliar di 2008, atau naik 49,1%. Hal ini imbas naiknya harga rata-rata batubara yang diterima BUMI sebesar US$ 73,34 per ton, naik 66,9%.
Pada Kamis (2/4), IHSG terus melesat mendekati level 1.500, dengan nilai perdagangan hingga Rp 3 triliun. Ini adalah posisi tertinggi dalam 5,5 bulan terakhir. Penguatan seiring bursa regional dan global ini dipicu membaiknya berbagai indikator AS serta ekspektasi positif atas pertemuan G20 dalam mengatasi krisis finansial global.
Beberapa sentimen ini berhasil mendongkrak saham-saham di lantai bursa, dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor perkebunan, yang menguat 5,01%, disusul sektor finansial yang melonjak 4,8% dan sektor tambang yang naik 2,3%.
Saham BUMI pun berhasil mencatatkan kenaikan 30 poin ke Rp 900. BUMI tercatat sebagai saham yang paling sering berpindah tangan dengan frekuensi 5.185 kali. Adapun volume transaksi 313 juta lembar, senilai Rp 280,2 miliar.
Memasuki akhir pekan, sejak awal perdagangan Jumat (3/4), hampir semua sektor jatuh ke zona merah. IHSG pun terpuruk 0,25% ke level 1.495 akibat tekanan profit taking setelah menguat tiga hari berturut-turut.
Padahal bursa Wall Street ditutup menguat merespon positif hasil pertemuan negara G20, serta keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin ke level 7,5%.
Setelah melalui gelombang volatilitas yang hebat selama perdagangan, IHSG menjelang penutupan tiba-tiba berbalik arah sehingga berakhir naik tipis menembus 1.500.
Saham sektor pertambangan tercatat sebagai kontributor terbesar dengan naik 3,86% atau 1.089,35 poin. Namun di tengah beberapa saham tambang yang menguat, BUMI tetap stagnan di level Rp 900 per lembarnya.
BUMI tetap bertahan menyusul berita bahwa selama 2008, emiten ini telah meningkatkan porsi investasi perseroan menjadi US$ 1,67 miliar dari sebelumnya US$ 739 juta. Dana yang dikelola Recapital Asset Management dengan kontrak jasa 6 bulan itu bertujuan untuk mengurangi idle money. [E1]
- Laba EXCL Dipakai Pengembangan Usaha
- Berharap Aksi Lanjutan MPPA
- Akhir Pekan, IHSG Dibuka Turun 0,86 Poin ke 2.736,38
- BUMI Menguat Perlahan, Campur Tangan Pengendali?
- Danareksa: 'Outlook' AALI Masih Cerah
- IHSG Hari Ini Diuji di Kisaran 2.700-2.779
- ELTY Naikkan CB Jadi US$155 Juta
- Cermati! Investor Bakal Kerek Saham RMSM
- Ayo! Cermati Saham Ancora
- Cermati 3 Sektor, Hindari Saham Unggulan
- Wall Street ditutup 'Mixed'
- Yuk! Akumulasi Beli PTBA, INDY, PTBA
- Khawatir Akan Valuasi, Bursa Asia Jatuh
- Laba Bersih Indocement Naik 57%
- KSEI: Pengguna AKSes Capai 10.751 Investor
Kurs BI :












