

(istemewa)
INILAH.COM, Jakarta - PT CIMB Securities Indonesia telah menurunkan rating Bank Central Asia (BCA) jadi outperform.
Demikian riset analis CIMB Securities Mastono Ali dalam riset hariannya kepada INILAH.COM, kemarin.
"Kami percaya BBCA sedang memasuki tahap konsolidasi. Bagaimanapun juga, kami menaikkan target harga untuk CY10, menjadi Rp4.400 (dari sebelumnya Rp4.200), dengan metode DDM," prediksi Mastono.
Diakuinya, akhir-akhir ini BBCA memangkas target pertumbuhan pinjaman untuk FY09, kemungkinan dikarenakan oleh kontraksi pinjaman pada semester I-2009. Meski perusahaan telah bersifat agresif dengan pertumbuhan pinjaman di tahun lalu, kini perusahaan tengah berbalik arah. "BCA sebaiknya Buy on Weakness dengan target harga Rp4.700," ucapnya.
BCA mencatatkan kenaikan laba pada semester 1-2009 sekitar 35,9% menjadi Rp3,3 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp2,4 triliun. Pendapatan laba ini didukung oleh peningkatan pendapatan bunga bersih atau fee based income serta penggunaan tarif pajak sebesar 23% pada semester 1-2009 dibandingkan dengan 30% di semester 1-2008.
Pertumbuhan laba ini telah menyebabkan peningkatan Return on Assets dan Return on Equity masing-masing menjadi sebesar 3,4% dan 30,8%. BBCA pun berhasil menjaga posisi permodalan tercermin dari rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 16,5%.
Peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 42,7% YoY menjadi Rp7,7 triliun pada semester 1-2009 diperoleh dari komposisi dana pihak ketiga yang baik dan komposisi aktiva produktif yang berimbang. Marjin bunga bersih relatif stabil di level 6,9%. Fee based income tumbuh 20,9% YoY menjadi Rp2,1 triliun terutama didukung oleh pendapatan dari transaksi valuta asing. [san/cms]
- Presiden Dipastikan Sulit Cari Calon Gubernur BI
- Mandiri Bidik 20% Pangsa Pasar Listrik Prabayar
- PM Cina Tolak Tekanan Asing Mengontrol Yuan
- Februari, Penjualan Ritel AS Naik 0,3%
- S&P Naikkan Peringkat, Positif Bagi Investasi
- Kongres Cina Setujui Stimulus Lanjutan
- Kepemilikan Asing di SUN Capai Rp127,5 T
- CIMB Niaga : Inflasi 6,3% Gara-gara TDL
- S&P Naikkan 'Sovereign Credit Rating' Indonesia
- Bank Syariah Bukopin Butuh Modal Rp50 M
- Bukopin Akui Sudah Bayar 50% Pajak Laba Murabaha
- S&P Naikkan Rating Kredit RI
- Bukopin Syariah Raup Laba Bersih Rp831 Jt
- Menneg BUMN Setuju Bank Mandiri Kurangi Dividen ke Pemerintah
- Perry Warjiyo, Fokus Pengawasan Bank
Kurs BI :












