

(inilah.com /Dokumen)
INILAH.COM, Jakarta - PT Kimia Farma Tbk akan mengembangkan perkebunan rakyat dengan luas lahan sekitar 50 hektar yang bekerjasama dengan perhutani dan deptan untuk memperoleh bibit unggul.
Direktur Utama Kimia Farma Tbk Syamsul Arifin mengatakan saat ini fokus potensi investor dalam negeri. Pihaknya akan bekerjasama dengan perhutani dan departemen pertanian untuk memperoleh bibit unggul. "Buat perkebunan inti untuk memperoleh bibit unggul bisa di perkebunan rakyat dan plasma" ujarnya.
Pengembangan perkebunan jarak ini akan dilakukan di Blora,Jawa Tengah hingga Nusa Tenggara Barat. Kapasitas pemrosesan produksi mencapai 20 persen dengan undercap sekitar 1000 ton. Untuk pengembangan lahan 5 hingga 10 hektar membutuhkan biaya sekitar Rp 200 juta hingga 300 juta. Luas lahan yang dikembangkan 50 ha. [hid]
- Bisnis Kreatif dan Kurir, Asing Hanya Bisa 49%
- Asing tak Bisa Miliki Bisnis Pendidikan
- Asing Bisa Miliki 67% Saham di Rumah Sakit
- Ritel Minimarket Tetap Tertutup Untuk Asing
- Rakor Putuskan Menara Telekomunikasi Tertutup Untuk Asing
- Hatta: Jangan Hanya Andalkan APBN
- Menhut : Baru 36 Perusahaan Punya Ijin Tambang di Kaltim
- Pasar Domestik Semen Diprediksi Naik 6%
- Menara Telekomunikasi 100% untuk Nasional
- Mendag Akan Lobi Gubernur China
- BKPM : Kedatangan Obama, Bantu Promosi Indonesia
- Tifatul: Aturan DNI Menara Telekomunikasi Segera Diteken
- BUMN: Garuda Ganti Direksi Usai IPO
- Dapat IOSA, Mandala Buka Rute Regional
- Semua Harga Grosir AS Anjlok 0,6% di Februari
Kurs BI :












