

(inilah.com /Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta - PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) akan menerbitkan obligasi dolar sekitar US$ 200-250 juta berjangka waktu 5 tahun dengan kisaran kupon yang kompetitif.
Hal itu disampaikan Chief Financial Officer (CFO) BNBR Eddy Soeparno, dalam siaran pers, Selasa (3/11). "Dana hasil penerbitan surat utang tersebut akan digunakan untuk melunasi pinjaman jangka pendek BNBR. Sisanya akan digunakan untuk membiayai kegiatan investasi BNBR ke depan," kata Eddy.
Saat ini prioritas BNBR adalah menggantikan sejumlah pembiayaan jangka pendek dengan pendanaan jangka panjang. Hal ini dilakukan untuk menunjang kegiatan investasi yang pada umumnya memiliki jangka waktu di atas 12 bulan.
Selain itu prioritas utama BNBR dari segi keuangan adalah rasionalisasi dan restrukrisasi utang agar beban utang dan tekanan pembayaran utang menjadi berkurang. "Proses itu telah rampung di kuartal kedua 2009 sehingga porsi terbesar utang BNBR akan jatuh tempo pada 2012," tambah Eddy. Cicilan utang
senilai Rp405 miliar telah dilunasi secara tepat waktu pada akhir September lalu.
BNBR berupaya untuk mencari pendanaan investasinya dengan mengikuti kaidah-kaidah finansial yang lazim dengan struktur pendanaan yang tepat, efektif dan efisien. "Kami akan menempuh upaya pencarian pendanaan dengan biaya yang efisien, baik di pasar keuangan maupun perbankan," ujar Managing Director & Chief Executive Officer BNBR Bobby Gafur Umar.
Bobby menambahkan imbal hasil yang diperoleh dari sejumlah investasi yang dilakukan pada tahun lalu sebesar US$101 juta yang sebagian akan dicairkan dalam waktu dekat telah mencapai tingkat pengembalian internal rate of return/IRR cukup memuaskan sekitar 25% hingga 37%. "Sebagaimana lazimnya sebuah perusahaan investasi, kami akan memanfaatkan dana hasil investasi tersebut untuk diinvestasikan kembali, baik ke berbagai sektor industri maupun corporate action kelompok usaha Bakrie lainnya,"
tambah Bobby.
BNBR telah membeli kembali saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebanyak 1,7%, dan akan melanjutkan peningkatan kepemilikan di BUMI dalam waktu dekat. BNBR pun menambah porsi sahamnya di PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) sebanyak 6,4%. "Kedua aksi pembelian saham kembali ini dilakukan dengan harga saham yang relatif sangat rendah dibandingkan harga pasarnya ketika itu," tutur Bobby. [hid]
- Data Ekonomi AS Picu Bursa Asia Naik
- ‘Capital Inflow’ Kembali Dongkrak Rupiah
- Inilah Daftar 10 'Foreign Buy' Saham
- Laba Bersih Hero Supermarket Naik 9,98%
- Anak Usaha PTBA Bakal Susah Dapat Ijin Tambang
- Jelang Buka, Wall Street Mixed di Kisaran Sempit
- Indofood Tuntaskan Restrukturisasi Anak Usaha
- MNC & Linktone Akuisisi 75% Innoform Media
- INTP Bangun Pembangkit Listrik Senilai US$100-150 Juta
- Inilah Daftar 'Top Foreign Sell' Saham
- DOID Bantah Wacana 'Rights Issue'
- 'Volatile', IHSG Mampu Berakhir Manis
- ADHI Bagi Hasil Sukuk Mudharabah Rp3,437 M
- Tutup Pekan, IHSG Naik Tipis 5,73 Poin
- Kalbe Farma Buyback 285,23 Jt Saham
Kurs BI :












